Meskipun tidak terjadi tabrakan atau cedera akibat perilaku tersebut, Waymo menangguhkan pengoperasian di jalan tol pada bulan Mei sambil mengerjakan perbaikan perangkat software untuk mengatasi masalah ini.
Waymo tidak mengungkapkan rincian insiden spesifik di zona konstruksi pada saat itu. Waymo mengajukan penarikan sukarela perangkat lunak untuk 3.871 kendaraannya terkait masalah ini pada 12 Juni.
Waymo menyatakan sedang mengembangkan beragam upaya pengamanan perangkat lunak tambahan terkait masalah tersebut, dan tetap melayani penumpang di jalan raya umum di wilayah-wilayah operasinya.
Waymo mengeluarkan pengumuman recall terpisah pada bulan Mei, setelah software mereka gagal mencegah kendaraan melaju ke jalan yang tergenang air, yang menegaskan tantangan di dunia nyata yang masih harus diatasi oleh robotaxi.
Waymo adalah perusahaan robotaxi pertama yang menawarkan layanan perjalanan melalui rute jalan tol pada November lalu. Perusahaan ini berencana memperluas layanan komersialnya ke 20 kota tahun ini.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa teknologi mengemudi otonomnya secara statistik lebih unggul daripada pengemudi manusia, serta mampu mengurangi klaim kerusakan properti dan klaim cedera tubuh.
(red)































