Harga emas akhirnya turun usai mendaki selama empat hari berturut-turut. Selama empat hari tersebut, harga bertambah 6,37%.
Melihat harga emas yang sudah mahal, sepertinya investor ‘gatal’ untuk mencairkan cuan. Tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking) rasanya menjadi faktor kuat pemicu kejatuhan harga aset ini.
Selain itu, kabar dari Amerika Serikat (AS) juga menjadi pemberat langkah harga emas. Dini hari tadi waktu Indonesia, bank sentral Negeri Paman Sam Federal Reserve mengumumkan bahwa suku bunga acuan ditahan di 3,5-3,75%.
Ini menjadi rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) perdana bagi Gubernur Kevin Warsh, yang resmi menggantikan Jerome ‘Jay’ Powell bulan lalu.
Meski Federal Funds Rate ditahan, tetapi arah kebijakan The Fed sepertinya menuju ke pengetatan. Sebanyak sembilan anggota FOMC memperkirakan setidaknya ada sekali kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) tahun ini.
Bahkan enam anggota lainnya menilai butuh dua kali kenaikan. Sementara sembilan sisanya memprediksi tidak ada perubahan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)




























