Secara terperinci, program BSPS untuk 2 juta unit rumah akan menelan biaya sekitar Rp57,29 triliun. Kemudian, rumah susun untuk 421 tower atau 50.500 unit mencapai Rp36,94 triliun.
Ada juga pembangunan rumah khusus senilai Rp8 triliun dengan total sebanyak 23.410 unit, penanganan kawasan kumuh dan sanitasi diestimasikan menelan biaya sebesar Rp519,5 miliar untuk luas 375 hektare (Ha) di 25 lokasi, serta Bantuan PSU senilai Rp155,82 miliar untuk 10.550 unit.
"Dengan pagu indikatif sebesar Rp 9,913 triliun diperlukan tambahan sebesar Rp96,09 triliun untuk mencapai target tersebut," tutur Ara.
Adapun, per akhir Mei 2026, anggaran Kementerian PKP tahun ini tercatat baru terserap sebesar Rp1,38 triliun atau baru 13,40% dari total pagu APBN yang dipatok senilai Rp10,30 triliun.
Anggaran paling besar masih ditujukan ke program BSPS yang mengambil porsi hingga 83,12% atau senilai Rp8,57 triliun untuk mendukung pembangunan 400.000 uni trumah di kawsan pesisir, perkotaan, dan perdesaan.
(ibn/ell)



























