Logo Bloomberg Technoz

Cari Avtur

Selain minyak mentah, Pertamina terpantau sedang mencari empat kargo avtur atau bahan bakar jet (jet fuel) dengan volume kumulatif sebanyak  ~800.000 barel.

Menurut pantauan data Bloomberg, Pertamina sedang mencari empat kargo bahan bakar jet A-1 dengan volume masing-masing  ~200.000 barel untuk pengiriman Juli dan akan dikirim dengan skema cost and freight (CFR) Jakarta

Empat kargo tersebut dicari untuk pengiriman pada 5—7 Juli, 10—12 Juli, 16—18 Juli, dan 22—24 Juli.

Batas waktu penawaran ditetapkan pada hari ini, Rabu (17/6/2026), sekitar pukul 11.30 WIB. Penawaran tersebut berlaku hingga besok, Kamis (18/6/2026) pukul 18.00 WIB.

Sebelum itu, pada Akhir April 2026 Pertamina dikabarkan telah membeli minyak dari kawasan Afrika Barat dan Brasil untuk periode pengiriman Mei hingga Juni.

Menurut pantauan Bloomberg, Pertamina membeli masing-masing satu kargo minyak mentah Kole dari Kamerun, Rabi Light dari Gabon, dan Mero dari Brasil.

Pertamina juga terpantau mencari minyak mentah untuk kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Tuban.

Sekadar catatan, volume tipikal dari pembelian masing-masing jenis minyak mentah dari Afrika Barat adalah sekitar ~950.000 barel. Namun, informasi ihwal volume pembelian untuk minyak Mero masih belum tersedia.

Sejak terjadinya disrupsi pasar energi di Asia akibat Perang Iran, Pertamina tercatat beberapa kali melakukan pemesanan kago minyak dari berbagai sumber di tengah pasar minyak yang tengah bergejolak dan upaya pemerintah untuk mencari cadangan seiring.

Awal Maret, Pertamina juga terpantau melakukan pengadaan atau tender bahan bakar minyak (BBM) berupa dua kargo solar dengan sulfur 0,25% masing-masing ~200.000 barel dan dua kargo bensin RON 98 masing-masing berukuran ~35.000 barel.

Dalam dokumen tender yang dilihat Bloomberg, kargo solar atau diesel atau gasoil dengan kadar sulfur 0,25% tersebut untuk jadwal pengiriman 28—30 Maret 2026.

Satu kargo akan dikirim dengan basis CFR ke Kilang Tuban, Jawa Timur dan kargo lainnya dengan basis CFR ke Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, dua kargo bensin RON 98 masing-masing ~35.000 barel dilakukan lelang untuk pengiriman April 2026.

Kargo pertama dijadwalkan tiba pada 3—5 April dengan basis CFR atau delivered at place (DAP) di Tanjung Uban, Kepulauan Riau. Sementara itu, kargo kedua dijadwalkan tiba pada 5—7 April dengan basis CFR atau DAP di Jakarta.

Selanjutnya pada akhir Maret, Pertamina kembali menerbitkan pengadaan atau tender BBM berupa lima kargo bensin RON 98 dengan volume kumulatif 210.000 barel untuk pemuatan pada April.

Pertama, ~50.000 barel dan akan dikirim dengan basis CFR ke terminal milik perseroan di Plumpang untuk 3—5 April 2026. Kedua, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 7—9 April 2026.

Ketiga, ~50.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 12—14 April 2026. Keempat, ~40.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Plumpang pada 15—17 April 2026. Kelima, ~20.000 barel dengan basis CFR ke terminal di Tanjung Uban pada 18—20 April 2026.

(wdh)

No more pages