Logo Bloomberg Technoz

Dinamika di Timur Tengah masih menjadi pemberat bagi langkah harga emas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Washington “harus merespons” setelah dirinya menuding Iran menembak jatuh helikopter militer Negeri Adikuasa di Oman.

“Saya baru mendapat informasi dari mililiter kita yang hebat bahwa Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang canggih kala berpatroli di Selat Hormuz. Ada dua pilot, keduanya selamat tanpa luka maupun cedera. Namun AS harus, dan perlu, merespons serangan tersebut,” cuit Trump di media sosial.

Konflik di Timur Tengah yang belum juga reda membuat pasar khawatir bahwa harga energi masih akan tinggi. Ini tentu membuat dunia dihantui ancaman inflasi.

Alhasil, akan sangat sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan. Bahkan sejumlah negara sudah menempuh kenaikan suku bunga acuan, salah satunya Bank Indonesia (BI).

Padahal emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages