Logo Bloomberg Technoz

Menurut proposal desain yang diperkenalkan oleh firma arsitektur global HKS pada tahun 2025, Rise Tower direncanakan mencapai ketinggian luar biasa, yakni hingga 2 kilometer. Angka yang sulit dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Sebagai perbandingan, ketinggian 2 kilometer setara dengan dua setengah kali Burj Khalifa saat ini. Jika terwujud, Rise Tower akan menjadi lompatan teknologi konstruksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rise Tower disebut-sebut akan menjadi pusat dari proyek kota masa depan bernama North Pole Development. Kawasan ini direncanakan memiliki luas sekitar 306 kilometer persegi, sebuah kota mandiri raksasa.

Gedung futuristik tersebut dirancang memiliki 678 lantai yang jumlahnya sangat fantastis. Di dalamnya akan menampung berbagai fasilitas mewah seperti hotel bintang lima, restoran fine dining, dek observasi, hingga perkantoran premium.

Meskipun desainnya sudah diperkenalkan secara resmi pada 2025, proyek Rise Tower masih berada dalam tahap desain. Belum ada kepastian kapan konstruksi utamanya akan dimulai.

Rencana pembangunan gedung pemecah rekor dunia di Riyadh ini sebenarnya sudah bergulir sejak 2023. Namun, butuh waktu bertahun-tahun untuk mematangkan desain dan strategi pembangunannya.

Jeddah Tower Jalan Terus, Konstruksi Kembali Aktif

Jeddah Tower (Dok. Bloomberg)

Sementara Rise Tower masih angan-angan masa depan, Jeddah Tower menunjukkan perkembangan yang jauh lebih konkret dan signifikan. Proyek yang sempat terhenti ini kini kembali bergerak cepat.

Sebagaimana diberitakan Time Out Dubai pada Sabtu, 23 Mei 2026, proyek Jeddah Tower yang sudah berjalan lebih dari satu dekade itu sempat mengalami pasang surut. Beberapa kali penundaan dan penghentian konstruksi mewarnai perjalanannya.

Namun, angin segar datang pada tahun 2024. Miliarder Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mengumumkan kabar gembira bahwa pembangunan Jeddah Tower dilanjutkan kembali.

Melalui unggahan di media sosial, ia menulis dengan percaya diri, "we’re back", sambil membagikan ilustrasi desain akhir gedung tersebut. Postingan singkat itu menjadi sinyal kebangkitan proyek raksasa ini.

Setelah pengumuman tersebut, langkah konkret segera diambil. Pada 20 Januari 2025, Kingdom Holding Company secara resmi mengonfirmasi bahwa pekerjaan konstruksi Jeddah Tower kembali berjalan penuh.

Kabar ini disambut hangat oleh para pegiat arsitektur dan pengamat properti dunia. Setelah sekian lama terbengkalai, proyek pencakar langit setinggi 1 kilometer itu akhirnya kembali menunjukkan taringnya.

Dengan dilanjutkannya konstruksi Jeddah Tower, waktu untuk Burj Khalifa semakin menipis. Gedung ikonik di Dubai itu harus segera bersiap melepas mahkotanya sebagai bangunan tertinggi dunia.

Para insinyur dan pekerja konstruksi kini kembali sibuk di lokasi pembangunan Jeddah Tower. Target penyelesaian yang sebelumnya tidak jelas, kini mulai terlihat ujungnya.

Pangeran Alwaleed bin Talal, melalui perusahaannya Kingdom Holding, berkomitmen untuk menyelesaikan proyet ini. Mereka tidak ingin lagi ada penundaan yang merugikan.

Jika Jeddah Tower berhasil diselesaikan lebih dulu, maka Burj Khalifa akan resmi tergeser dari peringkat pertama. Status "bangunan tertinggi di dunia" akan berpindah tangan dari Dubai ke Jeddah.

Namun, pertarungan belum selesai sampai di situ. Karena Rise Tower dengan ketinggian 2 kilometer sedang mengintai dari balik layar. Jadi meskipun Jeddah Tower menang, masa pemerintahannya sebagai raja baru mungkin tidak akan lama.

Sebab Rise Tower dirancang dua kali lebih tinggi dari Jeddah Tower. Jika proyek Riyadh itu benar-benar terealisasi, maka gelar tertinggi akan kembali berpindah dalam waktu singkat.

Ini adalah perlombaan tanpa akhir di antara negara-negara kaya minyak di Timur Tengah. Prestise dan kebanggaan nasional dipertaruhkan dalam proyek-proyek pencakar langit raksasa ini.

Burj Khalifa yang dibuka pada 2010 lalu, selama 16 tahun bertahan sebagai yang tertinggi. Namun, teknologi dan ambisi manusia terus berkembang, membuat rekor-rekor lama selalu terancam.

Untuk saat ini, mata dunia tertuju pada Jeddah. Akankah proyek senilai miliaran dolar itu berhasil menggeser Burj Khalifa dalam waktu dekat? Atau justru Rise Tower yang akan melompat lebih dulu?

Yang jelas, peta arsitektur dunia sedang berubah. Asia Tengah dan Timur Tengah menjadi pusat perlombaan ketinggian. Kejayaan Burj Khalifa sebagai ikon global tampaknya akan segera berakhir.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait