Logo Bloomberg Technoz

Tarif tersebut menjadi dasar utama dalam perhitungan token listrik prabayar yang dibeli masyarakat.

PPJ Jadi Faktor Penentu Jumlah Token

Sebelum menghitung jumlah kWh dari pembelian token listrik, masyarakat perlu memahami adanya Pajak Penerangan Jalan atau PPJ.

Besaran PPJ berbeda di setiap daerah. Di Jakarta misalnya, tarif PPJ dibedakan berdasarkan golongan daya pelanggan PLN.

Untuk pelanggan sampai 2.200 VA dikenakan PPJ sebesar 2,4 persen.

Sementara pelanggan 3.500 sampai 5.500 VA dikenakan PPJ sebesar 3 persen.

Adapun pelanggan 6.600 VA ke atas dikenakan PPJ sebesar 4 persen.

Karena adanya PPJ tersebut, nominal pembelian token tidak sepenuhnya dikonversi menjadi listrik.

Rumus Menghitung Token Listrik

Perhitungan jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik dapat menggunakan rumus sederhana berikut:

(Nominal token dikurangi PPJ daerah) dibagi tarif dasar listrik sama dengan jumlah kWh yang didapatkan.

Dengan rumus tersebut, setiap golongan pelanggan akan memperoleh jumlah kWh yang berbeda walaupun nominal pembelian token sama.

Perbedaan tarif dasar listrik menjadi penyebab utama jumlah token yang diterima pelanggan berbeda-beda.

Token Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Ilustrasi Tarif Listrik (Envato)

Berikut rincian perkiraan jumlah kWh yang diperoleh jika membeli token listrik Rp50.000 untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi di Jakarta.

1. Rumah Tangga Daya 900 VA

Perhitungan:

(Rp50.000 dikurangi 2,4 persen) dibagi Rp1.352

(Rp50.000 dikurangi Rp1.200) dibagi Rp1.352

Rp48.800 dibagi Rp1.352

Hasilnya sekitar 36,09 kWh.

2. Rumah Tangga Daya 1.300 sampai 2.200 VA

Perhitungan:

(Rp50.000 dikurangi 2,4 persen) dibagi Rp1.444,70

(Rp50.000 dikurangi Rp1.200) dibagi Rp1.444,70

Rp48.800 dibagi Rp1.444,70

Hasilnya sekitar 33,78 kWh.

3. Rumah Tangga Daya 3.500 sampai 5.500 VA

Perhitungan:

(Rp50.000 dikurangi 3 persen) dibagi Rp1.699,53

(Rp50.000 dikurangi Rp1.500) dibagi Rp1.699,53

Rp48.500 dibagi Rp1.699,53

Hasilnya sekitar 28,54 kWh.

4. Rumah Tangga Daya 6.600 VA ke Atas

Perhitungan:

(Rp50.000 dikurangi 4 persen) dibagi Rp1.699,53

(Rp50.000 dikurangi Rp2.000) dibagi Rp1.699,53

Rp48.000 dibagi Rp1.699,53

Hasilnya sekitar 28,24 kWh.

Token Rp100.000 Dapat Berapa kWh?

Selain nominal Rp50.000, masyarakat juga banyak membeli token listrik Rp100.000 karena dinilai lebih efisien.

Berikut rincian perkiraan jumlah kWh yang diperoleh.

1. Rumah Tangga Daya 900 VA

Perhitungan:

(Rp100.000 dikurangi 2,4 persen) dibagi Rp1.352

(Rp100.000 dikurangi Rp2.400) dibagi Rp1.352

Rp97.600 dibagi Rp1.352

Hasilnya sekitar 72,189 kWh.

2. Rumah Tangga Daya 1.300 sampai 2.200 VA

Perhitungan:

(Rp100.000 dikurangi 2,4 persen) dibagi Rp1.444,70

(Rp100.000 dikurangi Rp2.400) dibagi Rp1.444,70

Rp97.600 dibagi Rp1.444,70

Hasilnya sekitar 67,556 kWh.

3. Rumah Tangga Daya 3.500 sampai 5.500 VA

Perhitungan:

(Rp100.000 dikurangi 3 persen) dibagi Rp1.699,53

(Rp100.000 dikurangi Rp3.000) dibagi Rp1.699,53

Rp97.000 dibagi Rp1.699,53

Hasilnya sekitar 57,072 kWh.

4. Rumah Tangga Daya 6.600 VA ke Atas

Perhitungan:

(Rp100.000 dikurangi 4 persen) dibagi Rp1.699,53

(Rp100.000 dikurangi Rp4.000) dibagi Rp1.699,53

Rp96.000 dibagi Rp1.699,53

Hasilnya sekitar 56,486 kWh.

Kenapa Jumlah Token Bisa Berbeda?

Banyak pelanggan PLN sering bertanya mengapa jumlah kWh berbeda padahal nominal pembelian token sama.

Hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan tarif dasar listrik dan besaran PPJ masing-masing pelanggan.

Selain itu, beberapa platform pembayaran juga mengenakan biaya administrasi tambahan yang memengaruhi jumlah akhir token.

Karena itu, pelanggan perlu memahami komponen perhitungan token listrik agar tidak bingung saat melakukan pembelian.

Perbedaan wilayah tempat tinggal juga membuat jumlah token listrik bisa berubah karena tarif pajak daerah tidak sama.

Masyarakat Mulai Perhatikan Penggunaan Listrik

Ilustrasi Tarif Listrik (Envato)

Meningkatnya kebutuhan listrik rumah tangga membuat masyarakat semakin memperhatikan pengeluaran token listrik bulanan.

Penggunaan pendingin ruangan, kulkas, televisi, hingga perangkat kerja digital menjadi penyebab utama konsumsi listrik meningkat.

Karena itu, banyak pelanggan mulai menghitung kebutuhan listrik harian agar penggunaan energi lebih efisien.

Informasi mengenai tarif listrik terbaru juga membantu masyarakat memperkirakan biaya pengeluaran rumah tangga setiap bulan.

Selain itu, pelanggan kini lebih aktif membandingkan jumlah token listrik berdasarkan nominal pembelian tertentu.

Tips Menghemat Token Listrik

Selain mengetahui tarif listrik terbaru, masyarakat juga perlu menerapkan pola penggunaan listrik yang lebih hemat.

Salah satu cara paling sederhana adalah mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan.

Penggunaan lampu hemat energi juga cukup membantu mengurangi konsumsi listrik bulanan.

Selain itu, masyarakat disarankan tidak menggunakan terlalu banyak perangkat berdaya besar secara bersamaan.

Mengatur suhu pendingin ruangan secara efisien juga dapat membantu token listrik bertahan lebih lama.

Dengan memahami tarif listrik terbaru dan cara menghitung token, pelanggan bisa lebih mudah mengatur kebutuhan listrik sekaligus menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait