“Tidak ada. Kan bebas, tidak ada hukumnya. Saya pikir tidak ada undang-undangnya. Kebetulan Presiden mau menyampaikan langsung, ya tidak apa-apa,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya menjelaskan terdapat sejumlah pesan penting yang ingin disampaikan Prabowo dalam dokumen KEM-PPKF tersebut. Menurutnya, RAPBN 2027 memuat banyak program unggulan pemerintahan Prabowo sehingga dinilai lebih tepat jika disampaikan langsung oleh Kepala Negara.
“Di KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi memang lebih tepat kalau beliau yang menyampaikan, bukan saya,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap alasan Prabowo membacakan pidato KEM-PPKF dalam Rapat Paripurna DPR hari ini untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa.
"Kebetulan tanggal 20 hari kebangkitan nasional jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa. Terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," ujar Prasetyo, kemarin.
Berdasarkan undangan resmi DPR RI, Prabowo akan menyampaikan pidato KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada pukul 10.25–11.10 WIB di Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat.
(ain)


























