“Kami juga banyak berdiskusi bagaimana kemudian investor retail yang ada terus tumbuh dan berkembang,” kata Dasco.
Selain itu, diskusi juga difokuskan pada pembahasan untuk menyempurnakan regulasi-regulasi untuk meyakinkan dan membuat para investor merasa aman untuk berinvestasi.
Dasco juga menyampaikan optimismenya terhadap kondisi fundamental pasar modal Indonesia.
Menurutnya, hasil rebalancing indeks MSCI pada 13 Mei lalu tidak lagi berdampak negatif, seiring dengan langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia yang sudah dilakukan.
“Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya, semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuka hasil,” ujar Dasco.
Selain Dasco, hadir juga Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi.
Terburuk di Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi I siang hari ini di zona merah. Dalamnya penurunan membuat IHSG menjadi yang terburuk di Bursa Asia.
Pada Selasa (19/5/2026), IHSG Sesi I ditutup di posisi 6.396 pada jeda perdagangan. Amblas 3,08% dibanding penutupan hari sebelumnya.
Posisi terendah IHSG hari ini menyentuh 6.376 sedang tertinggi sempat terjadi sesaat 6.635. Volume perdagangan tercatat melibatkan 27,96 miliar saham. Dengan nilai perdagangan mencapai Rp15,13 triliun.
Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham transportasi jadi yang terlemah siang hari ini, jatuh sedalam 7,26%, 6,47%, dan 5,94%. Disusul oleh saham infrastruktur yang turun 3,91% dan saham perindustrian melemah 3,42%.
Sejumlah saham melemah hingga menjadi top losers diantaranya saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang amblas 14,9%, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) jatuh 14,7%, dan juga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) drop 14,6%.
IHSG menjadi sekian dari Bursa Asia yang menetap di zona merah, index KOSPI (Korea Selatan), KOSDAQ (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), PSEI (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), CSI 300 (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), dan KLCI (Malaysia), yang melemah dan tertekan masing-masing mencapai 2,81%, 2,31%, 1,64%, 0,65%, 0,39%, 0,37%, 0,29%, 0,27%, 0,15%, dan 0,05%.
(cpa/naw)



























