Kemlu juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan sejumlah kapal pelayaran kemanusiaan misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina diduga mengalami intersepsi oleh Pasukan Pertahanan Israel atau The Israel Defense Forces (IDF). Dalam hal ini, terdapat sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut.
Sembilan WNI tersebut merupakan laki-laki yang tersebar di lima kapal berbeda, mulai dari Kapal Zapyro; Kapal Josef; Kapal Kasr-1; Kapal BoraLize; dan Kapal Ozgurluk. Dari sembilan WNI tersebut, empat di antaranya adalah jurnalis dan lima sisanya aktivis kemanusiaan.
“Kami sekarang sedang mempersiapkan kemungkinan terjadinya penculikan atau penahanan. Ini yang kami siapkan sekarang ini termasuk bagaimana menyiapkan dukungan diplomasi dari pemerintah Indonesia,” ujar Pengarah Global Peace Convoy Indonesia Ahmad Juwaini, dikutip Selasa (19/05/2026).
Dari sembilan WNI tersebut, Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Maimon Herawati mengatakan lima di antaranya diduga sudah diculik oleh Israel. Mereka adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat; dua jurnalis Republika yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah; relawan jurnalis dari iNewsTV Rahendro Herubowo; dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho.
Sementara, empat WNI lainnya masih berlayar. Mereka adalah Hendro Prasetyo; Asad Aras Muhammad; Herman Budianto Sudarsono; dan Ronggo Wirasanu.
Daftar 9 WNI Tergabung dalam Misi
- Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (GPCI - iNewsTV, Berita1, CNN) Kapal Ozgurluk
(dov/ell)



























