Logo Bloomberg Technoz

Hanya saja, permohonan konfirmasi ke Direktur Legal dan Hubungan Eksternal TPIA Edi Riva'i serta Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat TPIA Suryandi tidak ditanggapi sampai berita tayang.

Dari lantai bursa per Selasa (19/5/2026), saham PRDA menguat 5,20% ke level Rp2,630 per saham selama satu bulan terakhir.

Saham PRDA cenderung menguat saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 13,99% ke level 6.566 pada periode yang sama.

Dari susunan pemegang saham, sebagian besar saham PRDA dikuasi oleh PT Prodia Utama mencapai 57% selaku pengendali perseroan. Sementara itu, Bio Majesty Pte Ltd memegang 12% dan saham treasury 5%.

Institusi lain yang menghimpit saham PRDA di antaranya Prodia Widyahusada 5,09%, EFG Bank AG, Singapore Brach A/C clients 3,21%, JPMCB NA RE- Swedbank Robur Small Cap Emerging Markets 2,03% dan Caces Bank, Luxembourg Branch/Ucits Client sebesar 1,1%.

Selain itu terdapat juga Reksa Dana HPAM Smart Beta Ekuitas 2,62%, Reksadana HPAM Ultima Ekuitas 1,43% dan Reksa Dana HPAM Syariah Ekuitas 1,28%.

Laba Menguat

PRDA membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 milliar dengan peningkatan sebesar 3,8% secara tahunan (YoY). 

Pendapatan itu ditopang kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukan permintaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp229,3 miliar, naik 4,4% secara tahunan.

Kenaikan beban ini sejalan dengan kenaikan visit dan volume tes pemeriksaan yang mencerminkan tingginya permintaan tes diagnostik serta didukung dengan peningkatan penjualan tes rutin dan tes esoterik pada kuartal I-2026.

Adapun, Prodia mencatat laba bersih sebesar Rp17,9 miliar pada kuartal I-2026, tumbuh 150,1% secara tahunan. Dari sisi arus kas, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 112,2 miliar.

“Kuartal I 2026 menjadi referensi awal bagi perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan,” kata Direktur Utama Prodia Liana Kuswandi dikutip dari siaran pers.

Di sisi lain, total aset Prodia mencapai Rp2,6 triliun pada awal tahun ini. Dari sisi struktur permodalan, total liabilitas Prodia tercatat Rp263,5 milliar, sementara total ekuitas mencapai Rp2,4 triliun. 

“Kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif,” kata Liana. 

(naw)

No more pages