Logo Bloomberg Technoz

"Kami berharap BI bersama pemerintah menjaga satabilitas nilai tukar. [Hal ini diharapkan dapat] mengurangi beban-beban usaha yang menjadi kewenangan pemerintah," tutur dia.

Meski pemerintah belum lama ini sudah memutuskna untuk menurunkan bea masuk plastik, kata Adhi, tetapi industri hingga saat ini masih menunggu peraturan teknis pelaksanaan yang belum kunjung terbit.

Sepanjang Senin (18/5/2026), rupiah terus didera pelemahan 1,08% hingga ke level Rp17.656/US$, sekaligus mencatat rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Depresiasi rupiah yang terjadi sejak pekan lalu secara konsisten tanpa jeda, juga mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih memilih dolar AS sebagai aset aman daripada mempertahankan eksposur mereka di pasar domestik. 

Harga minyak yang masih melambung dan sempat menyentuh US$111 per barel pada perdagangan hari ini memang masih jadi pemicu utama. Jalur distribusi energi global terganggu membuat pasar khawatir terhadap lonjakan inflasi energi dunia.

Kondisi ini praktis jadi sentimen negatif bagi negara-negara emerging markets pengimpor minyak seperti Indonesia, seperti di Asia, yang juga membayangi mayoritas negaranya. Posisi rupiah saat ini juga menjadi mata uang terlemah di kawasan.

(ain)

No more pages