Takaichi juga kemungkinan mencari kepastian dari Trump di tengah hubungan Tokyo dan Beijing yang masih tegang setelah komentarnya tahun lalu yang menyebut invasi China ke Taiwan dapat menjadi dasar hukum bagi Jepang untuk mengerahkan pasukan.
Pernyataan Takaichi di parlemen memicu reaksi keras dari China, termasuk pembatasan perdagangan dan peringatan perjalanan, sehingga membuat kedua negara Asia itu berselisih selama berbulan-bulan dalam isu pertahanan, diplomasi, hingga ekonomi.
Takaichi selama ini dipandang memiliki pendekatan yang bersahabat terhadap Taiwan. Saat menghadiri KTT APEC di Korea Selatan tahun lalu, ia sempat mengunggah foto pertemuannya dengan delegasi Taiwan. Ia juga beberapa kali mengunjungi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut ketika masih menjadi anggota parlemen.
Bagi kepemimpinan China, yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri, komentar para pemimpin asing terkait pulau itu merupakan isu sensitif. Beijing juga tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk membawa Taiwan berada di bawah kendalinya.
(bbn)


























