Logo Bloomberg Technoz

Trump mengatakan China setuju memesan 200 pesawat Boeing "besar." "Boeing menginginkan 150, mereka mendapatkan 200," tambahnya. 

Perwakilan Boeing belum segera menanggapi permintaan komentar.

Bagi Boeing, kesepakatan ini mengakhiri negosiasi bertahun-tahun dengan maskapai penerbangan China dan mengakhiri kekeringan pesanan yang panjang di pasar penerbangan terbesar kedua di dunia.

Melanjutkan penjualan ke China akan membantu perusahaan memperkuat keuangannya di tengah restrukturisasi perusahaan yang dipimpin oleh CEO Boeing Kelly Ortberg, bagian dari delegasi Trump.

Hal ini juga akan memberikan maskapai penerbangan China akses ke pesawat buatan AS karena permintaan pesawat jet baru global melebihi kemampuan produsen untuk memproduksinya.

Pesanan 200 pesawat “merupakan kekecewaan bagi pasar yang mengharapkan 300 atau lebih dan detail seputar jenisnya,” kata analis Bloomberg Intelligence George Ferguson.

Hingga dikonfirmasi oleh maskapai penerbangan, “pesanan tersebut tidak akan masuk dalam daftar pesanan pasti, dan pada tahun-tahun sebelumnya, kesepakatan pemerintah China untuk penjualan pesawat belum pernah terealisasi.”

China hanya memesan 39 pesawat Boeing selama dekade ini, jadi jika pesanan ini terealisasi, hal ini bisa menandai kembalinya pembelian dari AS, tambah Ferguson.

China belum mengumumkan pesanan besar Boeing sejak Trump terakhir kali mengunjungi negara itu pada 2017, dan sebagian besar kesepakatan itu telah diumumkan sebelumnya. Beijing biasanya memesan jet dari Boeing dan pesaingnya, Airbus SE, dalam jumlah besar, lalu mendistribusikannya di antara maskapai penerbangan milik negara.

Pada Januari 2020, China berkomitmen membeli barang-barang buatan AS senilai US$77 miliar, termasuk pesawat terbang. Namun, janji tersebut tidak ditepati setelah pandemi Covid-19 melumpuhkan industri penerbangan.

Boeing akhirnya kehilangan posisi unggul di pasar China kepada Airbus di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan penangguhan penerbangan 737 Max yang berkepanjangan.

China adalah negara pertama yang menangguhkan penerbangan Max setelah dua kecelakaan fatal dan tidak mengizinkannya terbang kembali hingga 2023, bertahun-tahun setelah Administrasi Penerbangan Federal AS mengizinkan model tersebut kembali terbang. 

Boeing tertinggal dari Airbus dalam pengiriman sejak 2018. (Bloomberg)

Sejak Juli 2022, maskapai-maskapai penerbangan besar China telah memesan atau berkomitmen membeli sekitar 700 jet Airbus, termasuk pembelian 137 pesawat oleh China Southern Airlines Co dan salah satu anak perusahaannya yang diumumkan pada April.

Namun, Airbus tidak luput dari masalah di China. Bulan lalu, produsen pesawat Eropa itu mengatakan bahwa penundaan administratif di China telah menghambat penyerahan hampir 20 pesawat, tanpa merinci masalah yang dimaksud.

China juga telah mengembangkan jetnya sendiri yang menyaingi Airbus A320 dan Boeing 737, yang disebut C919. Meski pesawat C919 buatan Commercial Aircraft Corp of China Ltd telah memenangkan lebih dari 1.000 pesanan, terutama dari maskapai penerbangan China, peningkatan produksi dan pengirimannya berjalan lambat.

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih, Boeing telah memperoleh banyak pesanan, di mana pembelian tersebut menjadi bagian penting dalam perjanjian perdagangan dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Korea Selatan. 

Trump telah memamerkan perannya dalam membantu Boeing menjual 1.000 pesawat. 

“Boeing memberi saya penghargaan sebagai penjual terbaik dalam sejarah Boeing, yang merupakan penghargaan kecil yang menyenangkan,” kata Trump dalam pertemuan bisnis di Gedung Putih pada Desember.

(bbn)

No more pages