Logo Bloomberg Technoz

Oleh karenanya, pemerintah berharap penerbitan Panda Bonds ini menjadi langkah diversifikasi pembiayaan anggaran pemerintah supaya opsi pendanaan tak hanya bergantung pada negara tertentu saja. Terlebih, imbal hasil (yield) yang ada di pasar keuangan Cina juga termasuk kompetitif.

Sebagai informasi, data Kemenkeu menyebutkan bahwa realisasi pembiayaan anggaran per 31 Maret 2026 sebesar Rp257,4 triliun. Bila dirinci pembiayaan terbagi dalam pembiayaan utang sebesar Rp258,7 triliun dan pembiayaan non utang sebesar Rp1,3 triliun.

Sudah Disampaikan ke Pemerintah Cina

Menteri Keuangan juga bilang bahwa rencana penerbitan Panda Bonds ini telah disampaikan ke Kementerian Keuangan China dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC).

Menurutnya, pihak ICBC juga siap untuk menjalankan penerbitan Panda Bonds. Apalagi, Cina memiliki pasar keuangan yang besar dan masih berpotensi untuk dieksplorasi lagi. 

Purbaya juga mengeklaim bahwa pemerintah Cina memiliki parameter berbeda dalam menyerap surat utang lantaran Negeri Tirai Bambu tersebut tak bergantung pada peringkat surat utang melainkan kepercayaan terhadap fundamental perekonomian Indonesia.

Bukan Global Bond Remnibi Perdana 

Nyatanya, Panda Bond bukanlah surat utang perdana RI yang menggunakan yuan. Sebelumnya pemerintah sempat menerbitkan Dim Sum Bond dengan emisi sebesar CNH6 miliar atau sekitar Rp15 triliun (dengan asumsi 1CNH sama dengan Rp2.520). 

Dim Sum Bond ditawarkan dengan dua pilihan tenor yakni sebesar 5 dan 10 tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 31 Oktober 2030 dan 31 Oktober 2025 yang masing-masing memiliki nominal penerbitan sebesar CNH 3,5 miliar dan CNH 2,5 miliar.

Kupon dari masing-masing obligasi dengan nama RICNH1030 dan RICNH1035 ini adalah sebesar 2,5% dan 2,9% dengan memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch  serta  dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST).

Penerbitan Dim Sum Bond dilakukan pada 23 Oktober 2025 yang lalu dan diklaim erhasil menarik minat yang luas dari investor global, termasuk investor onshore Tiongkok, dengan total final orderbook  mencapai CNH18 miliar.

(ell)

No more pages