Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Tergantung pada jenisnya, virus ini dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome yang menyerang paru-paru, atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome yang menyerang ginjal. Meskipun infeksi jarang terjadi, dampaknya bisa parah. Beberapa bentuk hantavirus pulmonary syndrome memiliki tingkat kematian hingga 40% atau lebih.
Apa yang diketahui tentang wabah di kapal pesiar?
Wabah ini terkait dengan kapal Hondius yang membawa sekitar 150 penumpang dalam pelayaran yang mencakup persinggahan di Antartika dan pulau-pulau terpencil di Atlantik Selatan.
Kasus pertama melibatkan seorang penumpang berusia 70 tahun yang mengalami gejala seperti demam dan gangguan pencernaan sebelum meninggal saat kapal mendekati pulau St. Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian jatuh sakit dan meninggal di rumah sakit di South Africa, sementara AFP melaporkan jenazah korban ketiga masih berada di atas kapal. Penumpang lain berada dalam perawatan intensif di Johannesburg, dan beberapa kasus tambahan masih diselidiki.
Dua awak kapal juga membutuhkan perawatan medis mendesak, menurut operator kapal, Oceanwide Expeditions BV. Hingga pukul 23.00 waktu Eropa Tengah pada 3 Mei, otoritas Cape Verde belum menyetujui penurunan penumpang yang sakit maupun pemeriksaan medis lebih luas, kata perusahaan Belanda tersebut.
Bagaimana hantavirus menyebar?
Virus ini terutama ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Infeksi biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat, sering kali di ruang tertutup atau dengan ventilasi buruk. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi atau, lebih jarang, melalui gigitan hewan pengerat.
Penularan antar manusia sangat jarang terjadi, meskipun satu varian yang dikenal sebagai Andes hantavirus telah terbukti dapat menyebar antar manusia dalam kasus terbatas.
Hal ini membuat klaster di kapal pesiar menjadi tidak biasa, karena paparan biasanya terjadi di lingkungan pedesaan atau luar ruangan tempat manusia bersentuhan dengan habitat hewan pengerat.
Apa saja gejalanya?
Gejala awal sering menyerupai flu, termasuk demam, kelelahan, nyeri otot, dan sakit kepala. Pasien juga dapat mengalami mual, muntah, dan nyeri perut.
Dalam kasus parah, gejala dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan akibat penumpukan cairan di paru-paru—ciri khas hantavirus pulmonary syndrome. Pasien mungkin memerlukan perawatan intensif, termasuk bantuan oksigen atau ventilator.
Masa inkubasi berkisar antara sekitar satu hingga delapan minggu setelah paparan.
Mengapa wabah ini mengkhawatirkan?
Infeksi hantavirus jarang terjadi dan biasanya muncul sebagai kasus terpisah, bukan klaster—terutama di lingkungan terkontrol seperti kapal.
Wabah ini menimbulkan pertanyaan tentang di mana paparan terjadi—apakah sebelumnya selama perjalanan, seperti saat tur darat, atau di kapal itu sendiri. Penyelidik sedang melacak kontak dan menentukan jenis virus melalui pengurutan genom.
Lingkungan kapal pesiar yang tertutup juga mempersulit penanganan, termasuk isolasi pasien, evakuasi, dan pencegahan penyebaran lebih lanjut.
Penyakit ini sempat mendapat perhatian luas tahun lalu setelah Betsy Arakawa, istri aktor Gene Hackman, meninggal akibat hantavirus pulmonary syndrome di New Mexico.
Apakah ada pengobatan atau vaksin?
Belum ada pengobatan antivirus khusus atau vaksin yang tersedia secara luas untuk infeksi hantavirus. Perawatan umumnya bersifat suportif, berfokus pada penanganan gejala dan komplikasi seperti kadar oksigen rendah atau kegagalan organ.
Penanganan medis sejak dini dapat meningkatkan peluang pemulihan, terutama pada kasus pernapasan yang parah.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
World Health Organization mengatakan sedang berkoordinasi dengan otoritas nasional dan operator kapal untuk menangani wabah, termasuk evakuasi medis dan penilaian risiko bagi penumpang serta awak.
Pembaruan lebih lanjut diharapkan seiring hasil uji laboratorium mengonfirmasi kasus tambahan dan penyelidik menentukan bagaimana virus menyebar. Temuan ini dapat memengaruhi cara otoritas kesehatan menilai risiko dalam situasi perjalanan serupa di masa mendatang.
(bbn)




























