Sejumlah saham yang menguat tajam dan menjadi top gainers antara lain PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) yang melejit 34%, PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang melesat 28%, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang terbang 25%.
Bursa saham Asia kompak menapaki jalur penguatan. Pada perdagangan siang hari ini, KOSPI (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), CSI 300 (China), SETI (Thailand), Shanghai Composite (China), Weighted Index (Taiwan), Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), KLCI (Malaysia), SENSEX (India), dan Straits Times (Singapura) yang berhasil menguat masing–masing 6,78%, 2,35%, 1,58%, 1,2%, 1,1%, 1,1%, 0,94%, 0,84%, 0,61%, 0,34%, dan 0,12%.
Cerahnya IHSG dan bursa saham Asia tidak lepas dari euforia di Wall Street. Indeks Nasdaq Composite menguat 1,03%, S&P 500 bertambah 0,81%, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) terangkat 0,73%.
Pasar saham global mendapati katalis positif setelah laporan terbaru bahwa Trump memberikan sinyal adanya kemajuan menuju kesepakatan final dengan Iran. Trump mengatakan bakal menangguhkan sementara upaya AS dalam membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz guna memberikan ruang bagi finalisasi kesepakatan damai.
“Project Freedom (memandu kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan untuk waktu singkat untuk melihat apakah perjanjian dapat difinalisasi dan ditandatangani,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial pribadinya.
Harga minyak mentah brent sebagai patokan global turun 5% menjadi sekitar US$108 per barel merespons komentar Trump. Sementara itu, dolar AS—yang sebelumnya menjadi aset safe haven pilihan selama konflik Timur Tengah—terpantau melemah, berdasarkan data Bloomberg yang dilihat per 12:40 WIB.
Dengan meredanya premi risiko geopolitik, prospek biaya energi yang lebih rendah serta berkurangnya ketidakpastian telah memperbaiki proyeksi pertumbuhan global.
“Skenario dasar kami untuk pasar dan ekonomi adalah adanya resolusi jangka pendek antara AS dan Iran, yang memungkinkan harga energi turun setelah Selat Hormuz dibuka kembali,” ujar Chris Senyek dari Wolfe Research.
Mencermati arah IHSG selanjutnya pada Sesi II, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG telah menembus level resistance psikologis 7.100, yang diikuti dengan penyempitan negatif pada histogram MACD dan stochastic RSI yang bergerak naik dari area oversold.
“Dengan kombinasi sinyal tersebut, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan dan berpotensi menguji level 7.125 pada Sesi II perdagangan hari ini,” tulis Phintraco Sekuritas.
(fad/aji)





























