Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), PSEI (Filipina), SENSEX (India), SETI (Thailand), dan Straits Times (Singapura), malah melemah 0,76%, 0,74%, 0,33%, 0,24%, dan 0,08%.

Penyebab IHSG Menguat

Sejumlah sektor saham menjadi penyebab IHSG melesat pada hari ini. Sektoral saham barang baku, saham infrastruktur, dan saham keuangan mencatatkan penguatan paling ciamik, dengan masing–masing melesat mencapai 2,86%, 2,58% dan 2,31%.

Adapun saham–saham unggulan LQ45 jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 24,6% dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melesat 12%. Sama halnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga lompat hingga 3,62%.

Melesatnya IHSG sepanjang perdagangan hari ini tersengat sentimen positif yang datang dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi RI pada Kuartal I–2026 tumbuh 5,61% year–on–year/yoy, melampaui estimasi para ekonom, jadi katalisnya.

Pertumbuhan Ekonomi RI dalam Satu Dekade (Riset Bloomberg Technoz)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I–2026 tercatat mencapai 5,61% secara tahunan dibanding ekonomi Kuartal I–2025.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus dari hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis yang mengestimasikan ekonomi Indonesia melambat ke level 5,3% secara tahunan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I–2026 secara tahunan dibanding Kuartal I–2025 tumbuh 5,61%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik,” ujar Amalia dalam Konferensi Pers, Selasa (5/5/2026).

Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I–2025 yang saat itu tercatat 4,87% yoy.

Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

Sementara itu, lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi ialah penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, serta transportasi dan pergudangan.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada Kuartal I–2026 diprediksi tumbuh 5,3% secara tahunan, menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy.

Dengan keberhasilan itu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I–2026 amat impresif melampaui ekspektasi yang berada di 5,3%, dan menandakan adanya pertumbuhan tertinggi sejak Kuartal III–2022 atau dalam hampir 3 tahun.

(fad)

No more pages