Logo Bloomberg Technoz

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pemerintah akan terus mengendalikan defisit anggaran negara agar tetap berada di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang tahun ini, sesuai degan desain APBN. 

"Hal yang jelas, sepanjang tahun akan kami kendalikan di bawah 3% sesuai dengan desain APBN. Belanja selalu bisa kita kendalikan, penerimaan juga bisa kami tingkatkan. Ke depan, akan lebih tinggi laju penerimaan perpajakan," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, pemerintah ingin anggaran bisa dibelanjakan hampir merata sepanjang tahun, sehingga memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.

Per 31 Maret 2026, APBN mengalami defisit anggaran Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari target defisit di batas 2,68% PDB. Angka defisit ini jauh lebih tinggi dibanding posisi periode yang sama tahun lalu, yakni mengalami defisit Rp99,8 triliun atau 0,41% terhadap PDB, dari target setahun penuh 2,53%.

Defisit APBN terjadi akibat total pendapatan negara lebih rendah dibanding total belanja negara.

Rinciannya, realisasi pendapatan negara sampai 31 Maret 2026 tercatat Rp574,9 triliun atau 18,2% dari total target pendapatan negara dalam APBN setahun penuh yang sebesar Rp3.153 triliun. Nilainya tumbuh 10,5% dari pendapatan negara pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja negara Rp815 triliun atau 21,2 triliun dari target belanja negara setahun penuh sebesar Rp3.842 triliun. Nilainya membengkak 31,4% dari realisasi belanja periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, pemerintah harus menjalankan pembiayaan anggaran mencapai Rp257,4 triliun atau 37,3% dari target pembiayaan anggaran sepanjang tahun yang sebesar Rp689,1 triliun. Angka ini meningkat 1,9% dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu.

(lav)

No more pages