Logo Bloomberg Technoz

“Calon mitra ada dari beberapa negara. Belum bisa saya sebut. Sedang proses pemilihan,” ungkap dia.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PTBA Eko Prayitno menegaskan proyek tersebut merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan oleh perseroan.

Fokus PTBA saat ini, kata Eko, adalah memastikan seluruh aspek teknis hingga skema komersial berjalan dengan matang serta memenuhi aspek kepatuhan tata kelola.

“Agar dapat memberikan dampak optimal guna mengurangi ketergantungan pada impor LPG serta mewujudkan ketahanan energi nasional,” kata Eko, Selasa (5/5/2026).

Adapun, proyek hilirisasi batu bara PTBA menjadi salah satu dari 13 proyek yang pembangunannya diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (29/04/2026).

PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID melalui anak usahanya, PTBA bermitra dengan PT Pertamina (Persero) unguk mengembangkan fasilitas pengolahan batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.

Proyek hilirisasi batu bara tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi sekitar 1,4 juta ton per tahun.

Sekadar catatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyatakan perusahaan asal China dan Eropa menjadi kandidat kuat investor untuk mengembangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME.

Bahlil menerangkan kedua negara memiliki teknologi yang mutakhir dan relatif efisien untuk mendorong gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanah Air.

“Dua aja kalau enggak Eropa, China yang efisien,” kata Bahlil kepada awak media di Hotel Kempinski, Jakarta, medio Oktober 2025.

Nantinya, Bahlil menambahkan, proyek DME akan dipimpin oleh BPI Danantara. Dengan demikian, dia mengatakan, penjajakan kerja sama lebih lanjut akan dilakukan oleh Danantara.

“Ini mitranya nanti dengan Danantara, teknologinya kan macam-macam ya, teknologi dari China, itu, bisa juga dari Eropa,” kata Bahlil.

PTBA sendiri sebelumnya sudah aktif melakukan penjajakan dengan calon mitra potensial untuk proyek tersebut, terutama perusahaan dari China seperti China National Chemical Engineering Group Corporation (CNCEC), China Chemical Engineering Second Construction Corporation (CCESCC), Huayi, Wanhua, Baotailong, Shuangyashan, dan East China Engineering Science and Technology Co Ltd (ECEC).

Dari seluruh calon mitra tersebut, baru ECEC yang sudah menyatakan minat menjadi mitra investor, meski bukan dengan skema investasi penuh atau full investment.

ECEC sendiri telah menyampaikan proposal awal proyek gasifikasi batu bara menjadi DME pada 18 November 2024 dengan processing service fee (PSF) indikatif yang diusulkan berada di rentang US$412—US$488 per ton.

Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan ekspektasi Kementerian ESDM pada 2021 sebesar US$310 per ton.

Proyek gasifikasi batu bara menjadi DME pada tahap awal direncanakan selama 20 tahun di wilayah Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatra Selatan. BACBIE akan berada di lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Namun, pada medio 2023, Air Products & Chemicals, Inc (APCI) hengkang dari proyek tersebut untuk fokus menggarap proyek hidrogen biru di Amerika Serikat (AS).

(azr/wdh)

No more pages