Dalam hal ini, Kementerian Transmigrasi tidak melepaskan HPL tersebut kepada SKK Migas, tetapi bakal ada kerja sama yang saling menguntungkan untuk pengelolaannya. Sementara itu, PT Pertamina (Persero) bakal menjadi investor tunggal dalam pengembangan 13 sumur tersebut.
"Tadi kami juga bersepakat dengan Pak Kepala, kami akan melakukan studi bersama terkait dengan pemanfaatan HPL transmigrasi ini agar memberikan hasil yang optimal, termasuk salah satunya adalah penerimaan negara bukan pajak [PNBP]," ujar Iftitah.
"Apakah akan ada kompensasi dan sebagainya? Tentu itu yang sudah kita bahas bersama dan makanya nanti saya akan meninjau langsung ke lapangan apakah itu berada di lahan masyarakat yang sudah dimanfaatkan atau misalkan lahan kosong sisa HPL yang masih berada dalam tanggung jawab kami."
Potensi Cadangan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan potensi cadangan minyak dari 13 sumur itu mencapai 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel, sementara gas mencapai 11,64 miliar kaki kubik.
Djoko mengatakan 13 sumur tersebut merupakan sumur baru yang nantinya bakal dibor oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) mulai bulan depan.
Berdasarkan data SKK Migas, salah satu dari 13 sumur tersebut adalah sumur pengembangan MUT-346 OS HZ yang direncanakan tajak pada Juni 2026.
Laju produksi sumur tersebut ditargetkan 7,3 juta kaki kubik gas per hari. Adapun proyeksi cadangan gas di sumur tersebut sebesar 3,6 miliar kaki kubik gas.
"Secara teknis kami juga sudah membahas bahwa minyak di dalam perut bumi. Kalau di atas lahannya itu ada bangunan, ada tanaman, ada sawah, kebun, kita bisa mengebor miring di sebelahnya yang lahannya mungkin tidak dimanfaatkan," ujar Djoko Siswanto.
Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Regional - Kalimantan Sunaryanto menjelaskan potensi nilai cadangan minyak tersebut setara Rp1,1 triliun. Sementara itu, potensi nilai cadangan gas setara Rp1,5 triliun.
"Setara miliar rupiah sekitar Rp1,1 triliun. Kemudian yang potensi cadangan ya, dan gasnya setara Rp1,5 triliun ya. Jadi secara total akan menghasilkan revenue pada kita ya, itu sekitar Rp2,5 triliun," ujarnya.
(dov/wdh)































