Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak melonjak, dengan minyak mentah Brent diperdagangkan hampir 6% lebih tinggi di kisaran $114 per barel.

Serangan terbaru ini menegaskan rapuhnya gencatan senjata. Perang dimulai pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian membalas dengan meluncurkan ribuan rudal dan drone ke Israel serta negara-negara Arab di Teluk. Ribuan orang telah tewas, sebagian besar di Iran dan Lebanon, di mana Israel juga terlibat dalam konflik paralel melawan militan Hezbollah yang didukung Iran.

Uni Emirat Arab menjadi target lebih sering dibandingkan dengan negara lain. Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan terbaru sebagai “eskalasi berbahaya,” dan menegaskan bahwa negara tersebut “tidak akan menoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan dan kedaulatannya dalam kondisi apa pun, serta mempertahankan hak penuh dan sah untuk merespons serangan tanpa provokasi ini.”

Kementerian Pendidikan kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh dari Selasa hingga Jumat di seluruh taman kanak-kanak serta sekolah negeri dan swasta di seluruh negeri. Kebijakan ini sebelumnya diterapkan dari 2 Maret hingga 17 April sebelum UEA kembali ke pembelajaran tatap muka pada 20 April.

Peringatan di UEA muncul beberapa jam setelah sebuah kapal tanker milik Abu Dhabi National Oil Co. ditembaki oleh drone Iran di dekat Selat Hormuz.

Peringatan itu juga muncul tak lama setelah AS memulai apa yang disebut Presiden Donald Trump sebagai upaya “kemanusiaan” untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Teluk Persia keluar melalui selat tersebut. Sebagai bagian dari upaya itu, dua kapal dagang berbendera AS sejauh ini telah melintasi selat tersebut, menurut militer AS.

Iran memperingatkan akan menyerang pasukan AS jika mereka mendekati Hormuz dan meminta kapal-kapal komersial untuk tidak melintasi jalur perairan itu tanpa izin.

(bbn)

No more pages