Logo Bloomberg Technoz

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah juga telah menghitung secara cermat dampak kenaikan harga mintak ke inflasi, daya beli masyarakat dan juga pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada April 2026 tercatat mencapai  2,42% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan ini jauh lebih rendah ketimbang inflasi di bulan Maret yang tercatat sebesar 3,48% dan Februari sebesar 4,76%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi secara tahunan didorong terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni mencapai 3,06% dan memberi andil inflasi 0,9%.

Sementara itu, kelompok pengeluaran lain yang memberi andil inflasi terutama pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mencapai 11,43% dan memberi andil 0,77% terhadap inflasi.

(ell)

No more pages