Sebelumnya diberitakan bahwa industri plastik sedang mengalami krisis buntut perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Akibatnya, bahan baku plastik yakni Nafta mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.
Bahkan beberapa pedagang di tingkat pengecer menyebutkan bahwa plastik mencatatkan kenaikan hingga 100%. Hal inipun merembet ke berbagai industri seperti makanan dan minuman.
Oleh karenanya, pemerintah telah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0% bagi produk plastik selama enam bulan.
Kebijakan ini diputuskan untuk mengurangi beban masyarakat seiring melonjaknya komoditas ini di tengah ketegangan geopolitik global. Pemerintah juga memperluas jenis produk plastik akan akan mendapat tarif bea masuk 0%.
(ell)
No more pages

























