Perdana Menteri Polandia Donald Tusk pada Sabtu lalu memperingatkan bahwa aliansi transatlantik NATO berisiko hancur dan menyerukan kepada seluruh anggota untuk membalikkan "tren yang merusak ini."
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan dari pertemuan para pemimpin tersebut:
Akankah Pemimpin Eropa Bersatu Melawan Strategi Trump?
Pekan ini menjadi kesempatan besar bagi Uni Eropa dan sekutunya untuk memperjelas rencana mereka menghadapi konflik terbaru. Selain EPC, para menteri keuangan Uni Eropa dan zona euro akan bertemu di Brussels pada Senin dan Selasa untuk membahas situasi perdagangan. Menteri perdagangan dari negara-negara G7 juga dijadwalkan bertemu pekan ini di Prancis.
Meskipun EPC tidak akan mengambil keputusan kebijakan resmi Uni Eropa, pertemuan ini akan menjadi indikator pertama bagaimana para pemimpin berencana menavigasi isu perdagangan dan keamanan.
Bagaimana Reaksi Negara-Negara Eropa?
Banyak pemimpin Uni Eropa mulai mengambil sikap yang lebih tegas terhadap AS. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menjadi kritikus Trump yang paling vokal dengan menyebut perang Iran ilegal. Ia bahkan melarang penggunaan wilayah udara Spanyol serta dua pangkalan AS di wilayahnya untuk operasi yang mendukung serangan terhadap Iran.
Kanselir Jerman Friedrich Merz baru-baru ini juga menyatakan bahwa AS sedang "dipermalukan" oleh para pemimpin Iran dan ia mengaku tidak melihat "pilihan strategi keluar apa yang sedang dipilih oleh Amerika saat ini."
Namun, Uni Eropa kemungkinan akan menahan diri dari tindakan balasan sampai ancaman Trump—terkait perdagangan dan penarikan pasukan—benar-benar menjadi kebijakan resmi. Upaya Trump sebelumnya untuk menarik pasukan dari Jerman pada tahun 2020 sempat diblokir oleh undang-undang, dan perintah terbaru ini kemungkinan besar akan menghadapi oposisi serupa di Kongres AS.
Apa Sikap Mereka Terkait Keamanan?
Para pemimpin diperkirakan akan mengulangi seruan bahwa Eropa perlu membangun infrastruktur pertahanannya sendiri agar tidak terlalu bergantung pada perlindungan keamanan dari AS.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan bahwa keberadaan pasukan AS di Jerman memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
"Satu hal yang jelas: jika kita ingin tetap menjadi aliansi transatlantik, kita harus memperkuat pilar Eropa di dalam NATO," ujar Pistorius. "Dengan kata lain, sebagai orang Eropa, kita harus mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan kita sendiri."
Apa Langkah Uni Eropa Terkait Perdagangan?
Untuk saat ini, Komisi Eropa kemungkinan akan menunggu dan melihat apakah Trump benar-benar melaksanakan ancamannya untuk menaikkan tarif.
“Kami tetap berkomitmen penuh pada hubungan transatlantik yang dapat diprediksi dan saling menguntungkan,” ujar juru bicara komisi. “Jika AS mengambil langkah yang tidak sesuai dengan pernyataan bersama, kami akan tetap membuka semua opsi untuk melindungi kepentingan Uni Eropa.”
(bbn)






























