Sementara itu ekspor non-migas ke Amerika Serikat di sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai US$ 7,29 miliar. Angka tersebut berkontribusi sebesar 11,46% terhadap keseluruhan ekspor RI di sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Ekspor Non-migas ke Negeri Paman Sam tersebut didominasi oleh ekspor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya dengan kontribusinya atau sharenya sebesar 16,47%.
“Nilai ekspor non-migas ke Amerika, mesin dan perlengkapannya tersebut turun sebesar 1,37% secara C to C-nya,” tambah Ateng.
Selain itu, komoditas alas kaki menyumbang nilai ekspor sebesar US$682,71 juta dengan share 9,37%, dan menjadi salah satu kelompok yang mencatatkan kinerja lebih tinggi secara tahunan.
Adapun pakaian dan aksesorinya turut berkontribusi sebesar US$600,63 juta atau 8,24% dari total ekspor ke Amerika Serikat, meski mencatatkan kinerja yang lebih rendah sebesar 4,55% secara kumulatif.
Di sisi lain, ekspor non-migas Indonesia ke India pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar US$4,50 miliar, dengan kontribusi 7,08% terhadap total ekspor non-migas nasional.
Kinerja ekspor ke India terutama ditopang oleh komoditas bahan bakar mineral yang mencatatkan nilai US$1,44 miliar atau berkontribusi 32,21% terhadap total ekspor ke negara tersebut.
Selain itu, lemak dan minyak hewani atau nabati juga mencatatkan peran signifikan dengan nilai ekspor US$935,87 juta.
Adapun mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya mencatatkan nilai US$454,46 juta dengan share 10,10%, sekaligus menjadi salah satu kelompok barang dengan pertumbuhan paling tinggi secara kumulatif.
(ell)



























