Hantavirus adalah infeksi langka namun berpotensi mematikan yang biasanya menyebar ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, terutama melalui urine, kotoran, atau air liurnya. Seseorang dapat terinfeksi dengan menghirup partikel yang terkontaminasi virus, sering kali di ruang tertutup atau dengan ventilasi buruk.
Dalam kasus yang parah, infeksi ini dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus, suatu kondisi yang menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan membuat pernapasan menjadi sulit. Gejala awal sering menyerupai flu — demam, kelelahan, dan nyeri otot — namun dapat dengan cepat memburuk.
Penularan antarmanusia jarang terjadi, tetapi pernah dilaporkan dalam wabah terbatas. “Meski jarang, hantavirus dapat menyebar antarmanusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan serius serta memerlukan pemantauan, dukungan, dan respons medis yang cermat,” kata WHO.
Investigasi terhadap wabah ini masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium dan upaya menelusuri bagaimana virus menyebar di antara orang-orang di atas kapal. Perawatan medis dan dukungan sedang diberikan kepada penumpang dan awak kapal, tambah WHO, dengan upaya yang juga dilakukan untuk menentukan urutan genom virus tersebut.
Badan tersebut bekerja sama dengan otoritas nasional dan operator kapal untuk menangani situasi ini, termasuk mengevakuasi penumpang yang sakit. WHO telah memberi tahu negara-negara sesuai aturan kesehatan internasional dan mengatakan akan merilis pembaruan publik yang lebih rinci mengenai wabah tersebut.
“WHO memfasilitasi koordinasi antara negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan kepada penumpang lainnya di atas kapal,” katanya.
(bbn)






























