Logo Bloomberg Technoz

"Bau busuk stagflasi mulai tercium," ujar Warren. Ia menegaskan bahwa konfirmasi Warsh hanya akan membantu Trump mendominasi kebijakan moneter. "Trump tidak main-main soal pengambilalihan ini," tambahnya.

Lolosnya pemungutan suara ini memperkuat prospek kepemimpinan Warsh yang menjanjikan perombakan terbesar pada bank sentral AS dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah sempat melontarkan gagasan "perubahan rezim" demi memenangkan nominasi Trump, Warsh berjanji akan memangkas neraca keuangan The Fed yang mencapai US$6,7 triliun, menetapkan kerangka kerja baru untuk mengelola inflasi, serta mengubah cara bank sentral berkomunikasi dengan publik. Namun, hingga kini ia belum merinci detail teknis dari tujuan-tujuan tersebut.

Warsh diprediksi akan menghadapi tekanan berat dari Trump terkait kebijakan moneter. Dalam wawancara dengan CNBC pada 21 April, Trump secara terbuka menyatakan akan kecewa jika Warsh tidak segera memangkas suku bunga begitu menjabat. Di tengah tekanan itu, Warsh bersumpah akan tetap melindungi independensi The Fed.

Dalam sidang pekan lalu, Warsh menyalahkan The Fed karena membiarkan inflasi melonjak setelah pandemi Covid-19. Ia mengakui bahwa harga yang tinggi masih menjadi masalah bagi masyarakat AS, serta mengusulkan kerangka baru untuk menangani inflasi yang persisten, meskipun belum memberikan rincian. Ia juga menghindari komitmen terkait arah suku bunga dalam waktu dekat dan menilai pejabat The Fed selama ini terlalu banyak memberikan panduan kepada pasar keuangan.

Kepala Ekonom EY-Parthenon, Gregory Daco, menilai kombinasi rencana Warsh tersebut menuntut transparansi yang lebih besar agar publik yakin ia bisa membela independensi bank sentral.

"Jika digabungkan, ini mengarah pada kerangka kebijakan yang lebih terpusat, kurang transparan, dan berpotensi lebih terpapar risiko politik," kata Daco.

Berdasarkan laporan pengungkapan keuangan, Warsh dan istrinya, Jane Lauder, melaporkan aset senilai setidaknya US$192 juta. Namun, total kekayaan bersihnya diyakini jauh lebih besar, menjadikannya salah satu pejabat The Fed terkaya dalam sejarah. Bloomberg memperkirakan kekayaan bersih istrinya mencapai US$2,5 miliar.

Anggota parlemen dari Demokrat pun mendesak pengawasan lebih ketat terhadap aset-aset Warsh. Sementara itu, Warsh berjanji akan segera mendivestasi dana tertentu yang aset dasarnya belum diungkapkan karena terikat perjanjian kerahasiaan.

Di sisi lain, Senator Warren juga mencecar Warsh terkait kemungkinan koneksinya dengan mendiang pemodal bermasalah, Jeffrey Epstein, setelah namanya disebut dalam dokumen yang diterbitkan Departemen Kehakiman.

"Saya tidak mengenal orang-orang tersebut, saya tidak menghadiri acara mereka, dan saya tidak menyadari pernah menghadiri acara di mana orang-orang tersebut hadir," tegas Warsh dalam jawaban tertulis atas pertanyaan Warren setelah sidang nominasi pada 21 April. Pertanyaan tersebut menyinggung apakah ia pernah berinteraksi dengan Epstein atau rekannya, Ghislaine Maxwell.

(bbn)

No more pages