Logo Bloomberg Technoz

Terkait dengan produk yang dihasilkan proyek kilang bensin baru tersebut, Setyo menjelaskan nantinya akan sesuai dengan standar minimum kualitas Pertamax atau bensin dengan nilai oktan atau research octane number (RON) 92. 

“[Proyeksi nilai investasinya] untuk dua kilang ini ya, di Dumai dan Cilacap, itu kurang lebih sekitar US$600 juta masing-masing, sehingga total akan sekitar US$1,2 miliar,” terangnya.

“Kurang lebih ya. Itu belum termasuk misalkan kita harus melakukan upgrade utilities atau upgrade fasilitas dan lain-lainnya.”

Rampung 2030

Lebih lanjut, Setyo mengatakan pengembangan kilang bensin di Cilacap dan Dumai tersebut dijadwalkan rampung pada 2030.

“Sementara dijadwalkan selesai pada 2030, sementara ya. Itu kan kami belum melakukan studi engineering, belum melakukan apa pun itu gitu kan,” ujarnya.

Namun, Pertamina akan mengupayakan percepatan dengan membangun kilang dengan teknik modular secara paralel, di mana konstruksi dapat dipasang seperti “puzzle”. “Kayak main puzzle tuh, semoga bisa lebih cepat.”

Dia pun optimistis pembangunan kedua proyek tersebut dapat menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja selama 1—2 tahun ke depan. Tidak hanya itu, kedua kilang tersebut diklaim berpotensi menghemat impor BBM senilai US$1,25 miliar.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan juga bakal mendorong pembangunan storage di sejumlah lokasi, termasuk dekat kilang Dumai hingga kilang Cilacap.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan storage tersebut bakal dibangun menyesuaikan kebutuhan masyarakat, tak hanya dibangun di dekat kilang untuk meningkatkan kemampuan stok minyak mentah untuk diolah di kilang tersebut.

“Jadi untuk ini sesuai dengan kebutuhan ya mungkin itu nanti kita tingkatkan untuk Cilacap, untuk Dumai itu kan merupakan jalur untuk kilang di dalam negeri. Ini akan kita lihat lokasinya, akan kita tetapkan. Mudah-mudahan ini dari evaluasi secara prioritas mana yang lebih duluan,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).

(wdh)

No more pages