Menariknya, dalam dua dekade terakhir, Jepang justru mencatat tren peningkatan tinggi badan yang diiringi dengan penurunan berat badan. Fenomena ini dinilai sebagai indikator terbentuknya gaya hidup sehat yang mampu menjaga keseimbangan dan proporsi tubuh ideal.
“Sekarang kita lihat, tinggi badan naik, tapi berat badan turun. Artinya gaya hidup sehat sudah terbentuk,” tambah Dadan.
BGN menilai pendekatan serupa relevan untuk diterapkan di Indonesia, khususnya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok usia kritis. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.
Intervensi difokuskan pada dua fase penting, yakni 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting, serta usia sekolah hingga remaja guna mendukung pertumbuhan fisik yang optimal.
Dadan menegaskan bahwa tanpa intervensi gizi yang tepat, potensi genetik anak tidak akan berkembang secara maksimal. “Anak dalam kandungan itu punya potensi genetik. Tapi kalau tidak diintervensi dengan menu gizi seimbang, potensi itu tidak akan muncul, bahkan bisa terjadi stunting,” ujarnya.
(dec)





























