Adapun dari sisi dividend yield, rasio yang menunjukkan seberapa besar dividen tunai yang dibagikan perusahaan dibanding dengan harga sahamnya, saham BBRI juga terbilang amat menarik.
| No | Nama Emiten | Kode Saham | Nilai Dividen | Payout Ratio |
| 1 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | Rp52,1 triliun | 92% |
| 2 | PT Bank Mandiri Tbk | BMRI | Rp44,47 T | 79% |
| 2 | PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | Rp41,3 triliun | 72% |
| 3 | PT Astra International Tbk | ASII | Rp15,7 triliun | 47,82% |
| 4 | PT Bank Negara Indonesia Tbk | BBNI | Rp13,03 triliun | 60% |
| 5 | PT Alamtri Resources Indonesia Tbk | ADRO | Rp7,7 triliun | 100% |
| 6 | PT United Tractors Tbk | UNTR | Rp5,92 triliun | 40% |
| 7 | PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk | ADMR | Rp2,05 triliun | 44% |
Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, data per Rabu (29/4/2026).
Kedua, dari sejumlah emiten yang sudah mengumumkan pembagian dividennya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membagikan dividen sebesar Rp49,44/saham, dengan total dividen tunai tahun buku 2025 mencapai sebesar US$123,9 juta
Alhasil, rasio dividend payout PGEO menyentuh 90% terhadap laba bersih perusahaan tahun buku 2025 sebesar US$137,7 juta atau Rp2,37 triliun, bersamaan asumsi harga saham di rentang Rp1.000/saham. Dividend yield PGEO tercatat 4,94%. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Di peringkat ketiga pada daftar emiten dividend payout terbesar hadir PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang membagikan dividen sebesar Rp349,41/saham. Total keseluruhan dividen tersebut terbilang Rp13,03 triliun, sepadan dengan dividend payout ratio 65% dari laba bersih sebesar Rp20,04 triliun.
Dengan asumsi harga saham di rentang Rp4.390/saham tepat di hari cum date 17 Maret, dividend yield BBNI tercatat mencapai 8%. Adapun pembayaran dividen sudah cair pada 7 April yang lalu.
Menyusul PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta 17 April lalu, ITMG menyepakati pembagian dividen tunai sebesar US$115 juta untuk tahun buku 2025. Porsi dividen itu susut lebih dari separuh dari distribusi tahun sebelumnya yang mencapai US$243 juta, seiring dengan tergerusnya torehan laba bersih perusahaan sepanjang 2025.
Alhasil, emiten tambang batu bara itu menetapkan rasio pembayaran dividen 60% dari laba bersih US$191 juta sepanjang tahun 2025. Namun, dari sisi dividend yield, emiten ITMG masih menarik di rentang 9–11%, mengacu dividen tunai akan didistribusikan dalam mata uang rupiah pada tanggal recording date (closing 29 April 2026).
(fad/aji)





























