Adapun dari sisi dividend yield, rasio yang menunjukkan seberapa besar dividen tunai yang dibagikan perusahaan dibanding dengan harga sahamnya, saham BBRI juga terbilang amat menarik.
| No | Nama Emiten | Kode Saham | Dividend Payout (TTM) | Dividend Yield |
| 1 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | BBRI | 92% | 10% |
| 2 | PT Pertamina Geothermal Energy Tbk | PGEO | 90% | 4,9% |
| 3 | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk | BBNI | 65% | 8% |
| 4 | PT Indo Tambangraya Megah Tbk | ITMG | 60% | 11% |
| 5 | PT Astra International Tbk | ASII | 60% | 6,6% |
| 6 | PT Medikaloka Hermina Tbk | HEAL | 47% | 0,8% |
| 7 | PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk | ADMR | 46% | 2,5% |
| 8 | PT United Tractors Tbk | UNTR | 40% | 6,6% |
Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, data per Rabu (29/4/2026).
Kedua, dari sejumlah emiten yang sudah mengumumkan pembagian dividennya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membagikan dividen sebesar Rp49,44/saham, dengan total dividen tunai tahun buku 2025 mencapai sebesar US$123,9 juta
Alhasil, rasio dividend payout PGEO menyentuh 90% terhadap laba bersih perusahaan tahun buku 2025 sebesar US$137,7 juta atau Rp2,37 triliun, bersamaan asumsi harga saham di rentang Rp1.000/saham. Dividend yield PGEO tercatat 4,94%. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Di peringkat ketiga pada daftar emiten dividend payout terbesar hadir PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang membagikan dividen sebesar Rp349,41/saham. Total keseluruhan dividen tersebut terbilang Rp13,03 triliun, sepadan dengan dividend payout ratio 65% dari laba bersih sebesar Rp20,04 triliun.
Dengan asumsi harga saham di rentang Rp4.390/saham tepat di hari cum date 17 Maret, dividend yield BBNI tercatat mencapai 8%. Adapun pembayaran dividen sudah cair pada 7 April yang lalu.
Menyusul PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta 17 April lalu, ITMG menyepakati pembagian dividen tunai sebesar US$115 juta untuk tahun buku 2025. Porsi dividen itu susut lebih dari separuh dari distribusi tahun sebelumnya yang mencapai US$243 juta, seiring dengan tergerusnya torehan laba bersih perusahaan sepanjang 2025.
Alhasil, emiten tambang batu bara itu menetapkan rasio pembayaran dividen 60% dari laba bersih US$191 juta sepanjang tahun 2025. Namun, dari sisi dividend yield, emiten ITMG masih menarik di rentang 9–11%, mengacu dividen tunai akan didistribusikan dalam mata uang rupiah pada tanggal recording date (closing 29 April 2026).
(fad/aji)
































