Logo Bloomberg Technoz

Di tengah kondisi ini, pasar surat utang domestik juga mengalami aksi jual masif dengan kenaikan imbal hasil (yield) yang hampir merata di semua tenor. Imbal hasil tenor 1 tahun telah kembali menyentuh 6% naik 9,9 bps, tenor 2 tahun naik 3 bps ke 6,16%. Begitu juga dengan tenor 5 tahun imbal hasil terkerek 9,9 bps menjadi 6,74%, dan tenor 6 tahun 4,9 bps ke 6,72%.

Tenor acuan 10 tahun juga tak luput dari aksi jual dengan kenaikan imbal hasil 4,4 bps ke 6,83%. Di tengah akrobat blokade selat yang membuat sentimen risk-off tambah nyaring, pergerakan SUN kian sensitif. 

Hal ini diamini oleh Sherilyn Chew, multi-asset strategist di DBS Bank Ltd, yang menyebut obligasi RI sensitif terhadap sentimen risk-off, meskipun secara valuasi sudah terlihat menarik, seperti ditulis dalam risetnya. 

Sementara menurut Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekueitas, pelemahan rupiah terjadi siang ini juga disebabkan adanya sentimen pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit). Pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mengubah proyeksinya, dan menandakan bahwa dampak perang terhadap fundamental ekonomi domestik jadi makin berat.

Sebab, kenaikan harga minyak semakin melambung terus terjadi di tengah ketergantungan Indonesia pada pasokan energi dari luar. Pada saat yang sama, kinerja ekspor belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan tersebut, terutama ketika harga komoditas mulai menunjukkan volatilitas.

(dsp/aji)

No more pages