OpenAI melewatkan sejumlah target penjualan setelah pesaingnya, Anthropic PBC, mencatat kemajuan di pasar coding dan enterprise, lapor Wall Street Journal.
Saham tetap melemah meskipun pembuat ChatGPT tersebut membantah kekhawatiran itu, dengan menyatakan bisnis konsumen dan enterprise mereka “berjalan sangat baik.”
Semua ini terjadi ketika perusahaan teknologi besar yang mewakili sekitar seperempat nilai S&P 500 bersiap merilis laporan keuangan. Alphabet Inc., Microsoft Corp., Amazon.com Inc., dan Meta Platforms Inc. dijadwalkan melaporkan kinerja pada Rabu, disusul Apple Inc. sehari kemudian.
Laporan keuangan sektor teknologi sejauh ini relatif terlindungi dari gangguan akibat perang Iran. Kinerja sektor ini diperkirakan tumbuh 41% pada kuartal pertama, menurut data yang dihimpun Bloomberg Intelligence.
Di tempat lain, harga minyak AS relatif stabil pada awal perdagangan Rabu, setelah naik lebih dari 5% dalam dua sesi pertama pekan ini karena kekhawatiran proses perdamaian yang berkepanjangan dapat membuat Selat Hormuz tetap tertutup tanpa batas waktu.
Reli terbaru ini menekan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed serta mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Harga emas stabil setelah turun hampir 2% pada Selasa.
Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade laut di jalur perairan tersebut sementara kedua pihak bernegosiasi mengakhiri perang yang telah berlangsung dua bulan.
Para mediator di Pakistan memperkirakan Teheran akan mengajukan proposal revisi dalam beberapa hari ke depan, lapor CNN.
Kekhawatiran mengenai dampak konflik terhadap inflasi — bersama pasar tenaga kerja yang tampak stabil — kemungkinan akan membuat pejabat Federal Reserve tetap menahan kebijakan untuk pertemuan ketiga berturut-turut. Obligasi pemerintah AS tenor pendek melemah.
Perhatian juga akan tertuju pada data ekonomi Australia yang akan dirilis Rabu. Inflasi diperkirakan menunjukkan percepatan tajam pada kuartal pertama, terutama didorong oleh kenaikan harga bahan bakar akibat guncangan perang Iran, menurut Bloomberg Intelligence.
Pandangan Analis Bloomberg …
“Saham dan obligasi menghadapi tekanan minggu ini di luar kenaikan harga minyak. Ekspektasi tinggi terhadap laba ‘Magnificent Seven’ akan membatasi kenaikan saham, sementara imbal hasil obligasi bisa naik lebih lanjut karena sebagian trader bertaruh yield tenor 10 tahun mencapai 4,40%.” — Edward Harrison, Strategis Makro
(bbn)





























