Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, saham BREN lompat 3,25% ke level Rp4.770/saham. Sama potensialnya, saham BRPT dengan keberhasilan menguat 1,49% ke level Rp2.050/saham pada Sesi I.

Volume transaksi IHSG di tengah hari perdagangan sudah tercatat 22,2 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,36 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,41 juta kali diperjualbelikan.

Sebanyak 449 saham mengalami kenaikan, dan ada 241 saham melemah. Sedang 127 saham enggan bergerak.

Sejumlah sector saham menjadi penopang utama IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham–saham barang baku, saham konsumen non-primer, dan saham teknologi mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,37%, 1,43% dan 1%.

Menguatnya IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham big caps. Berikut selengkap diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Senin (27/4/2026).

  1. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 12,97 poin
  2. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 5,55 poin
  3. Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 4,66 poin
  4. Bumi Resources (BUMI) menyumbang 4,14 poin
  5. Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 3,99 poin
  6. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menyumbang 3,95 poin
  7. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 3,76 poin
  8. Capital Financial Indonesia (CASA) menyumbang 3,42 poin
  9. Impack Pratama Industri (IMPC) menyumbang 3,34 poin
  10. Barito Pacific (BRPT) menyumbang 1,69 poin

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, pembentukan histogram negatif MACD masih berlanjut diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah kebawah di pivot area. 

“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak konsolidasi dalam rentang level 7.125 – 7.225 pada perdagangan Sesi II Senin,” papar Phintraco Sekuritas.

Melansir riset Panin Sekuritas, sentimen pasar ditopang oleh rilis data Foreign Direct Investment (FDI) yang tumbuh 8,5% year–on–year/yoy pada Kuartal I–2026 (dibanding pada Kuartal IV–2025 yang bertumbuh 4,3% yoy). 

Namun yang jadi perhatian, tensi geopolitik Amerika Serikat dengan Iran terbilang masih tinggi seiring ketidakpastian keberlanjutan gencatan senjata. Biarpun begitu, terdapat kabar dari Axios, media AS yang memberitahukan Iran telah mengajukan proposal baru kepada AS yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyudahi perang.

“Pernyataan kedua pihak yang menolak melanjutkan pembicaraan dalam kondisi tekanan turut memperpanjang ketidakpastian pasar energi. Selain itu, berlanjutnya blokade laut oleh AS terhadap ekspor minyak Iran serta potensi pemulihan arus pasokan yang memakan waktu lama menjaga premi risiko harga tetap tinggi,” mengutip riset Panin Sekuritas siang hari ini, Senin (27/4/2026.

(fad)

No more pages