Secara wilayah, DKI Jakarta menjadi lokasi realisasi investasi terbesar pada triwulan I-2026 dengan nilai mencapai Rp78,7 triliun atau setara 15,8% dari total investasi nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebesar Rp76,8 triliun atau 15,4%, disusul Banten Rp34,4 triliun atau 6,9%.
Sementara itu, Jawa Timur mencatat realisasi investasi sebesar Rp32,6 triliun atau berkontribusi 6,5% terhadap total investasi nasional. Adapun Sulawesi Tengah masuk lima besar daerah tujuan investasi dengan realisasi mencapai Rp32,1 triliun atau setara 6,4% dari total investasi pada triwulan I-2026.
Untuk investasi asing, Jawa Barat menjadi tujuan utama PMA dengan realisasi mencapai US$3,1 miliar atau setara 20,2% dari total PMA nasional. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan realisasi investasi asing sebesar US$1,9 miliar atau 12,3%, diikuti Sulawesi Tengah sebesar US$1,8 miliar atau 12,2%.
Maluku Utara mencatat realisasi PMA sebesar US$1,3 miliar atau 8,9% dari total investasi asing nasional. Sementara Kepulauan Riau membukukan investasi asing sebesar US$0,9 miliar atau setara 5,6%.
Dari sisi penanaman modal dalam negeri, DKI Jakarta menjadi daerah dengan realisasi PMDN terbesar yakni Rp47,9 triliun atau 19,2% dari total PMDN nasional pada triwulan I-2026. Jawa Barat berada di posisi kedua dengan nilai investasi Rp26,3 triliun atau 10,6%, disusul Banten sebesar Rp23,3 triliun atau 9,4%.
Jawa Timur mencatat realisasi PMDN sebesar Rp23 triliun atau 9,2% dari total investasi domestik. Adapun Nusa Tenggara Barat masuk lima besar daerah tujuan PMDN dengan nilai investasi mencapai Rp15,7 triliun atau 6,3%.
Secara sektoral, subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang investasi terbesar pada triwulan I-2026 dengan realisasi mencapai Rp69,4 triliun atau 13,9% dari total investasi nasional. Subsektor jasa lainnya berada di posisi kedua dengan nilai investasi Rp64,2 triliun atau 12,9%.
Subsektor pertambangan mencatat realisasi investasi sebesar Rp51,9 triliun atau setara 10,4% dari total investasi nasional. Sementara subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencapai Rp48 triliun atau 9,6%, serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp45,4 triliun atau 9,1%.
Untuk PMA, subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi sektor tujuan investasi asing terbesar dengan nilai US$3,7 miliar atau 24,5% dari total PMA. Subsektor jasa lainnya menyusul dengan realisasi US$2,1 miliar atau 14,2%, sedangkan subsektor pertambangan mencapai US$1,1 miliar atau 7,1%.
Sementara untuk PMDN, subsektor pertambangan menjadi sektor terbesar dengan realisasi investasi mencapai Rp34 triliun atau 13,7% dari total PMDN nasional. Subsektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencatat realisasi Rp33,6 triliun atau 13,5%, diikuti subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp32,4 triliun atau 13%.
Adapun berdasarkan negara asal investasi asing, Singapura menjadi investor terbesar di Indonesia pada triwulan I-2026 dengan nilai investasi mencapai US$4,6 miliar. Posisi berikutnya ditempati Hong Kong sebesar US$2,7 miliar, China US$2,2 miliar, Amerika Serikat US$1,3 miliar, dan Jepang sebesar US$1 miliar.
(ell)





























