Logo Bloomberg Technoz

Sebab, Trump menyebut bahwa Washington menunggu proposal damai terbaru dari Iran. Sedangkan Teheran menegaskan belum berkenan ikut serta dalam negosiasi dalam waktu dekat.

Saat ini Selat Hormuz masih ditutup. AS pun masih melakukan blokade terhadap kapal yang masuk dan keluar Iran.

Perkembangan ini membuat harga minyak mentah kembali naik. Kemarin, harga minyak jenis brent melejit 3,48% ke US$ 101,91/barel, tertinggi sejak 7 April atau lebih dari dua minggu terakhir.

Harga minyak yang melambung akan membuat dunia terancam mengalami inflasi tinggi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan. 

Bank Indonesia (BI), misalnya. Kemarin, Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat sepakat untuk mempertahankan BI Rate di 4,75%. 

BI memperkirakan inflasi global pada 2026 bisa mencapai 4,2%. Lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yaitu 4,1%.

“Sehingga makin mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global. Penurunan Fed Funds Rate (FFR) diprakirakan mundur atau bahkan bertahan hingga akhir 2026,” ungkap Perry.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

Ilustrasi emas batangan. (Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana proyeksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (23/4/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 47.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh di bawah 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 27. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di kisaran US$ 4.774-4.778/troy ons.

Jika tertembus, maka harga emas berpotensi terangkat hingga ke rentang US$ 4.810-4.825/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.990/troy ons.

Namun apabila harga emas malah turun, maka US$ 4.721/troy ons rasanya bisa menjadi target support terdekat. Dari situ, harga emas berisiko mengetes rentang US$ 4.683-4.620/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 4.490/troy ons.

(aji)

No more pages