Logo Bloomberg Technoz

Lebih pagi lagi, sebelum pukul 07:00 WIB, harga emas sempat ambruk hampir 2%.

Apa yang terjadi di Timur Tengah terus menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Setelah sempat damai, friksi Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali sengit.

Jelang akhir pekan lalu, Selat Hormuz sempat kembali dibuka untuk pelayaran komersial. Salah satu kapal yang bisa melintasi selat tersebut adalah milik Pertamina International Shipping (PIS).

Akan tetapi, ternyata hawa perdamaian itu hanya bertahan sementara. Teheran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup gara-gara Israel masih melancarkan serangan ke Lebanon.

Israel menetapkan jalur kuning di Lebanon, seperti yang diterapkan di Jalur Gaza. Militer Israel melakukan operasi di jalur kuning tersebut untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata.

“Dengan pelanggaran kepercayaan dan propaganda yang sudah terjadi berulang kali, Selat Hormuz diblokade kembali,” tegas Mehdi Tabatabaei, Juru Bicara Kepresidenan Iran, seperti dikutip dari Bloomberg News, kemarin.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal agar tidak angkat jangkar dari Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dipandang sebagai aksi “bekerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target”.

Presiden AS Donald Trump juga mengungkapkan bahwa angkatan laut Negeri Adikuasa sudah memberi tembakan dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Sejumlah kapal pun harus meninggalkan jalur pelayaran hanya beberapa jam setelah Selat Hormuz dibuka.

Perkembangan ini membuat harga minyak mentah kembali melambung tinggi. Pada pukul 08:35 WIB, harga minyak jenis brent melesat 5,48% ke US$ 95,36/barel.

Jika konflik terus berkepanjangan dan harga minyak melonjak, maka dunia masih terus dihantui oleh ancaman inflasi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara akan kesulitan untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

(aji)

No more pages