Berikut jadwal pembagian dividen AALI.
- cum dividen di pasar reguler & negosiasi: 23 April 2026
- ex dividen di pasar reguler & negosiasi: 24 April 2026
- cum dividen di pasar tunai: 27 April 2026
- recording date: 27 April 2026
- ex dividen di pasar tunai: 28 April 2026
- pembayaran dividen: 13 Meri 2026
PT Astra Graphia Tbk (ASGR)
ASGR juga menetapkan total dividen tunai sebesar Rp241/saham atau setara dengan Rp325 miliar. Perusahaan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp30/saham, sehingga pemegang saham akan menerima pelunasan dividen final sebesar Rp211/saham.
Dibandingkan tahun buku sebelumnya, total nilai dividen yang dibagikan pada tahun buku 2025 naik signifikan dibandingkan tahun buku 2024 sebesar Rp93,07 miliar atau sebesar Rp69/saham. Dengan rincian dividen interim Rp19/saham, dan dividen final Rp50/saham.
Sampai dengan saat ini, perusahaan belum membagikan jadwal pembagian dividen final tahun buku 2025.
PT United Tractors Tbk (UNTR)
Melalui RUPST pada 16 April 2026, UNTR menetapkan total dividen yang cukup jumbo, yakni Rp1.663/saham atau total mencapai Rp5,92 triliun. Pemegang saham akan menerima dividen final sebesar Rp1.096/saham, melengkapi dividen interim Rp567/saham yang telah dikucurkan pada tahun lalu.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dividen tahun buku 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun buku 2024 sebesar Rp7,8 triliun atau sebesar Rp2.151/saham. Dengan rincian dividen interim sebesar Rp667/saham dan dividen final Rp1.484/saham.
Sampai dengan hari ini, perusahaan belum membagikan jadwal pembagian dividen final tahun buku 2025.
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
TOBA juga memastikan akan membagikan dividen tunai final kepada para pemegang sahamnya. Emiten energi ini telah mengantongi restu dalam RUPS yang digelar pada 16 April 2026 untuk mengucurkan total dividen sebesar US$8,88 juta.
Seluruh jumlah nilai dividen tersebut akan diambil dari saldo laba ditahan atau retained earnings perseroan, mempertegas komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi investor meski di tengah dinamika sektor energi.
Nilai dividen yang dibagikan tahun buku 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun buku 2024 sebesar US$10 juta atau sebesar Rp165,33 miliar (dengan kurs perusahaan Rp16.533/US$). Dengan demikian, dividen yang dibagikan tahun buku 2024 sebesar Rp20,24/saham.
Sampai dengan berita ini diturunkan, perusahaan belum membagikan jadwal resmi pembagian dividen final tahun buku 2025.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF)
Dari sektor konsumer ritel, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melalui keterbukaan informasi per 17 April 2026, mengumumkan rencana pembagian dividen sebesar Rp250/saham. Dengan total nilai mencapai Rp556,81 miliar, alokasi ini diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp725,3 miliar.
Selain laba bersih, perseroan juga mencatatkan posisi saldo laba ditahan yang masih kuat di angka Rp3,8 triliun, yang memberikan ruang bagi kebijakan dividen di masa mendatang.
Dibandingkan tahun sebelumnya, dividen LPPF mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp300/saham berdasarkan tahun buku 2024. Selain itu, laba yang diperoleh perusahaan pada tahun buku 2025 juga mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp827,6 miliar.
Jadwal pembagian dividen final tahun buku 2025.
- Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 23 April 2026
- Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 24 April 2026
- Cum dividen di Pasar Tunai: 27 April 2026
- Ex dividen di Pasar Tunai: 28 April 2026
- recording date: 27 April 2026
- Pembayaran Dividen Final: 04 Mei 2026
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA)
Melalui RUPS, PJAA telah mengantongi restu untuk membagikan dividen sebesar Rp26,05/saham dengan total nilai Rp41,6 miliar, atau setara 23,13% dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp180,19 miliar.
Nilai dividen tersebut turun tipis dibandingkan tahun buku 2024 sebesar Rp24/saham yang totalnya mencapai Rp38,40 miliar atau 21,60% dari total laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp177,8 miliar.
Dalam kesempatan yang sama, PJAA juga menunjuk Direktur Utama PJAA baru, Syahmudrian Lubis, menggantikan Winarto, yang mengundurkan diri sebelum RUPS berlangsung pada 15 April 2026.
(dhf)






























