Logo Bloomberg Technoz

Namun, dengan terbatasnya opsi pembuangan lain, masyarakat mulai membakar sampah tersebut atau membuangnya ke sungai maupun di pinggir jalan.

“Hampir setiap rumah ketiga atau keempat di jalan saya membakar sampahnya sendiri,” kata Ravinjay Kuckreja, warga lama ibu kota Denpasar. 

“Memang skalanya kecil, tapi jika dikumpulkan dampaknya besar.” Ia menambahkan bahwa titik pengumpulan sampah di lingkungan kini meluap.

Meskipun masalah ini tidak terlalu parah di kawasan wisata—di mana beberapa bisnis memiliki jalur pembuangan sendiri—persoalan di Suwung semakin memperparah krisis sampah di Bali. 

Keterbatasan kapasitas pengumpulan dan pengolahan telah menyebabkan polusi plastik serius di sungai dan perairan pesisir. Musim hujan juga sering memperburuk kondisi dengan membawa sampah ke pantai.

Dana kekayaan negara Indonesia, Danantara, telah mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Denpasar serta puluhan kota lain di Indonesia.

 Di Bali, dana tersebut bekerja sama dengan Zhejiang Weiming Environmental Protection Co. untuk mengembangkan fasilitas yang diperkirakan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut proyek pengolahan sampah menjadi energi dari Danantara sebagai “secercah harapan”. 

Namun, ia mengatakan hingga fasilitas tersebut beroperasi, Bali “sedang dikepung oleh sampah—ironi bagi destinasi pariwisata global yang menjadi wajah Indonesia di dunia.”

(bbn)

No more pages