Cost of Fund (CoF) Bank BTN pun naik ke level 3%, turun dari 4,0% di periode yang sama tahun lalu. Kinerja kredit dan DPK tersebut juga ikut menopang peningkatan aset BTN sebesar 10,5% yoy menjadi Rp517,54 triliun dari Rp468,53 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan sejalan dengan capaian tersebut, BTN juga terus menjalankan noble purpose dalam mendukung masyarakat memiliki rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026 atau senilai Rp530 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari keberpihakan pemerintah kepada rakyat khususnya masyarakat menengah ke bawah.
“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah 4 orang maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni. Kami berterimakasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi pondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Nixon di kantornya, Rabu (15/4/2026).
Nixon menambahkan, keberpihakan pada perumahan memiliki multiplier effect yang besar, tidak hanya bagi penghuni rumah tapi juga bagi perekonomian nasional. Dia memerinci, sektor perumahan merupakan sektor padat modal yang membutuhkan tenaga kerja lokal baik dari pengembang hingga tukang. Kemudian, untuk membangun rumah, 90% bahan bakunya berasal dari produk lokal. Selain itu, dari setiap rumah yang terjual, ada pendapatan negara berupa pajak.
“Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang,” jelas Nixon.
Di sisi lain, pada kuartal pertama tahun ini, pengguna bale by BTN juga melonjak sebesar 67,5% yoy menjadi 4 juta pengguna dari 2,4 juta pengguna di kuartal I-2025. Peningkatan jumlah pengguna tersebut juga diikuti pertumbuhan positif rata-rata saldo tabungan, jumlah, dan nilai transaksi yang masing-masing melesat sebesar 18% yoy, 8,1% yoy, dan 48,2% yoy hingga akhir Maret 2026.
(mfd/wep)































