Oleh karena itu, Fajar menyebut sebagai langkah mitigasi, asosiasi-nya mulai mengembangkan substitusi bahan baku selain nafta, yakni kondensat dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Fajar bilang kondensat dalam negeri bisa dimanfaatkan, walau perlu pemetaan lebih lanjut utamanya terkait ketersediaan dan kesesuaiannya sebagai bahan baku industri.
"Kondensat itu sendiri sebenarnya di dalam negeri ada, cuma kita harus hitung-hitung dan harus minta kepada pemerintah untuk diskusi lagi kira-kira Kondensat yang tipenya Light Condensate [atau] yang setipe dengan miliknya Donggi Senoro itu ada di mana, berapa jumlahnya, dan kapan kita bisa gunakan sebagai substitusi nafta untuk bahan baku biji plastik," jelasnya.
Untuk diketahui saja, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai blokade angkatan laut penuh terhadap Selat Hormuz yang strategis dan mengancam akan membalas jika Iran melakukan perlawanan. Aksi Trump meningkatkan kebuntuan yang telah membuat jalur air tersebut hampir lumpuh dan mengganggu pasokan energi global.
Pengumuman Trump datang beberapa jam setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan langsung di Pakistan. Negosiasi tersebut gagal karena perbedaan pendapat mengenai masalah nuklir, kata Trump dalam unggahan Truth Social pada hari Minggu.
Kegagalan AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai, bersama dengan ancaman Trump, membuat gencatan senjata yang disepakati pekan lalu berada dalam ketidakpastian. Trump mengatakan AS akan mencegat kapal apa pun yang telah membayar bea kepada Iran untuk jalur aman melalui Hormuz dan akan membersihkan ranjau di selat tersebut, yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair global.
“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di Dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE semua Kapal yang mencoba memasuki, atau meninggalkan, Selat Hormuz,” kata Trump sebelumnya pada hari Minggu. “Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!”
Ia menambahkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa negara-negara lain akan berpartisipasi dalam blokade tersebut. Langkah seperti itu kemungkinan akan berdampak lebih besar pada Iran, yang telah menyumbang sebagian besar ekspor minyak melalui jalur air tersebut sejak awal perang.
(ain)
































