Blokade Hormuz, Industri Plastik RI Putar Otak Cari Alternatif
Pramesti Regita Cindy
14 April 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) mulai memberlakukan diversifikasi sumber bahan baku menyusul meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Selat Hormuz lantaran gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono mengungkapkan imbas dari hal tersebut pihaknya kini mulai mencari sumber alternatif nafta dari luar kawasan Timur Tengah, termasuk dari AS. Nafta sendiri merupakan bahan baku utama dalam industri petrokimia untuk memproduksi plastik (olefin).
"Jadi memang itu adalah sesuatu yang kita khawatirkan paling seram ya. Dengan penutupan itu, artinya ini akan berlangsung lebih lama dari apa yang kita perkirakan," kata Fajar kepada Bloomberg Technoz, Selasa (14/4/2026).
"Artinya, mau tidak mau kita sekarang fokus ke alternatif skenario yang lain, yaitu harus mendapatkan sumber bahan baku Nafta dari tempat lain. Kebetulan kita sudah dapat juga dari Amerika, tapi tantangannya adalah masalah waktu pengiriman," tegasnya.
Di sisi lain, potensi blokade selat Hormuz dikhawatirkan membuat pasokan nafta semakin terbatas dan kian kompetitif di pasar global. Di tambah adanya keterbatasan armada kapal sebab masih banyak yang tertahan di kawasan tersebut.






























