Logo Bloomberg Technoz

Risalah pertemuan komite pasar terbuka (FOMC) pada 17-18 Maret lalu menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pejabat The Fed bahwa perang Iran dapat memicu inflasi lebih lanjut. Beberapa pejabat bahkan ingin mempertegas bahwa bank sentral mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Pada pertemuan tersebut, para pejabat memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Namun, Miran menyatakan ketidaksetujuannya dan mengusulkan pemotongan sebesar seperempat poin persentase. Sejak ditunjuk sebagai Deputi Gubernur The Fed oleh Presiden Donald Trump pada September lalu, ia terus mendesak para pengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga dengan tempo yang lebih cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Miran juga dimintai pandangannya mengenai usulan yang mengizinkan penyedia stablecoin—aset digital yang nilainya dipatok terhadap dolar AS—untuk membayar bunga kepada pemegangnya. Ide ini mendapat dukungan dari pemerintahan Trump, namun ditentang keras oleh kelompok perbankan yang khawatir akan hilangnya simpanan nasabah.

"Sejujurnya, saya tidak melihatnya sebagai masalah besar," kata Miran. "Pembayaran bunga mungkin akan mengalihkan sebagian simpanan dari bank ke stablecoin, tetapi saya tidak yakin bahwa skalanya akan signifikan secara ekonomi."

(bbn)

No more pages