Meski begitu, DJPPR juga masih merasa optimistis terhadap prospek lelang ke depan, lantaran menurut Deni struktur kepemilikan SBN saat ini masih didominasi oleh investor dalam negeri.
Sementara, porsi kepemilikan di luar dari investor domestik kata dia saat ini hanya berkisar 13-14%.
"Jadi geopolitik di luar itu tidak terlalu mempengaruhi secara fungsi signifikan terhadap minat investor [domestik] di lelang kita," jelasnya.
Untuk diketahui saja, pemerintah memenangkan surat utang syariah atau sukuk senilai Rp15 triliun dalam lelang lelang pekan sebelumnya, Selasa (7/4/2026) yang mana secara nominal penawaran belum terlalu banyak berubah.
Adalun total penawaran yang masuk dalam lelang SBSN kemarin memang cenderung turun 1,32% menjadi Rp30,57 triliun. Namun tidak terlampau jauh dari lelang sebelumnya 10 Maret 2026 sebesar Rp30,98 triliun.
Selain itu, pada lelang April ini permintaan untuk tenor pendek justru melonjak. Bid-to-cover ratio melampaui 10 kali pada salah satu tenor seri SPNS.
Sebagai gambaran, pada lelang April seri SPNS tenor 1 bulan hanya diserap Rp0,500 triliun dari penawaran yang masuk Rp5,311 triliun. Pada lelang sebelumnya, SPNS tenor 1 bulan diserap sebanyak Rp1,200 triliun dari jumlah penawaran yang masuk Rp1,700 triliun.
Begitu juga dengan SPNS tenor 6 bulan penawaran yang masuk mencapai Rp3,071 triliun tapi hanya diserap Rp500 miliar. Berbeda dengan lelang sebelumnya, tenor yang sama ini mendapat penawaran masuk Rp1,715 triliun dan diserap Rp1,650 triliun.
(prc/ell)






























