Sementara, defisit perdagangan India juga melebar karena lonjakan impor minyak. Singapura diproyeksikan merespons tekanan harga dengan pengetatan kebijakan moneter.
Hal ini mencerminkan risiko inflasi yang semakin menguat dalam rezim ekonomi terbuka yang bergantung pada perdagangan internasional.
Sementara dari Korea Selatan, pasokan bahan baku akibat perang membuat sektor manufaktur negara gingseng itu tertekan. Akibatnya, tingkat pengangguran Korea Selatan diproyeksikan meningkat.
Di benua lain, data ekonomi Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan tekanan. Indeks Harga Produsen (PPI) diproyeksikan meningkat dengan PPI demand naik menjadi 1,1% secara bulanan, dan 4,6% secara tahunan, lebih tinggi daripada periode sebelumnya. Hal tersebut menandakan adanya dorongan inflasi dari sisi hulu yang kembali menguat.
Dari pasar domestik, di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dan ketidakpastian yang terjadi, manuver diplomasi Indonesia juga nampaknya mulai bergerak. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan terbang ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pertemuan tersebut akan menyoroti sejumlah agenda strategis, termasuk urusan energi.
Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah RI untuk mengamankan kepentingan energi sekaligus meredam dampak eksternal yang sepertinya semakin sulit diprediksi.
Berikut agenda sepekan yang bisa dicermati:
Senin, 13 April 2026
-
India: data inflasi tahunan, Maret 3,4% (sebelumnya 3,2%)
-
AS: data penjualan rumah bekas
Selasa, 14 April 2026
-
Singapura: keputusan moneter
-
China: data ekspor
-
Jepang: data produksi Industri tahunan
-
AS: data indeks harga produsen
Rabu, 15 April 2026
-
Indonesia: data utang luar negeri
-
Korea Selatan: tingkat pengangguran naik menjadi 3%, sebelumnya 2,9%
-
AS: Indeks harga impor
Kamis, 16 April 2026
-
India: data neraca dagang, Maret terkontraksi sebesar US$27,6 miliar
-
Australia: data tenaga kerja
-
China: data PDB, menjadi 5,1%, sebelumnya 4,5%, produksi Indonesia 5,9%, penjualan ritel 2,5%
-
AS: data produksi industri, sebelumnya 0,2%, Maret: 0,1%
Jumat, 17 April 2026
-
Malaysia: data inflasi, Maret: 2,8% sebelumnya 1,4%
-
Thailand: data cadangan devisa, sebelumnya US$281 miliar.
(dsp/aji)





























