Logo Bloomberg Technoz

OpenAI Ramal Pendapatan Iklannya Tembus Rp1.710 Triliun di 2030

Merinda Faradianti
12 April 2026 12:00

OpenAI.(dok: Bloomberg)
OpenAI.(dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan ekspansi besar ke bisnis periklanan, dengan target ambisius meraih pendapatan hingga US$100 miliar atau setara Rp1.710 triliun per tahun pada 2030.

Mengutip laporan Axios, Minggu (12/4/2026), perusahaan pembuat ChatGPT itu memproyeksikan bisnis iklan akan menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan. “Proyek OpenAI dapat menghasilkan pendapatan iklan tahunan sebesar US$100 miliar pada tahun 2030," dalam laporan tersebut.

Axios juga mengungkap bahwa model bisnis ini mulai menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Dalam tahap uji coba, percobaan iklan awal menunjukkan format yang dapat ditingkatkan dengan cepat. Hal ini mencerminkan potensi monetisasi yang besar dalam waktu relatif singkat.

Perusahaan telah memberikan kepada tahu investor untuk pendapatan iklan sebesar US$2,5 miliar pada tahun 2026 tumbuh menjadi US$11 miliar pada tahun 2027, US$25 miliar pada tahun 2028 dan US$53 miliar pada tahun 2029.

Proyeksi mengasumsikan, produk OpenAI mencapai 2,75 miliar pengguna mingguan pada tahun 2030 dan menangkap pangsa pasar iklan global yang didominasi oleh Google, Meta, Amazon, dan TikTok.

OpenAI Mulai Uji Coba Iklan. Dok: perusahaan

Pendekatan iklan berbasis percakapan menjadi kunci strategi. Dengan memahami konteks pertanyaan pengguna, sistem dinilai mampu menghadirkan iklan yang lebih relevan. “Iklan bisa lebih efektif karena mereka merespons langsung maksud pengguna yang diungkapkan dalam percakapan," seperti yang ditulis Axios.

Dalam laporan yang sama menyoroti potensi risiko. Integrasi iklan dalam chatbot dapat memicu kekhawatiran soal netralitas rekomendasi.