Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, SIDO menetapkan rasio dividen sebesar 96,56% pada tahun buku 2023. Saat itu, manajemen membagikan dividen final Rp918 miliar atau setara Rp30,6 per saham.

Sebanyak Rp378 miliar saham dicatat sebagai dividen interim dan sisanya disalurkan sebagai dividen final.

Direktur PT Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan berpendapat penurunan rasio dividen SIDO belakangan disebabkan karena manajemen ingin mengerek rasio kas perseroan.

Adapun, SIDO mencatatkan cash ratio kurang dari satu kali pada tahun buku 2025.

“Penurunan ini dikarenakan SIDO melakukan pembagian dividen sebesar 100% atas laba perusahaan di tahun 2024 dan juga disebabkan oleh SIDO yang melakukan buyback saham sebesar Rp300 Miliar,” kata Rivan saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).

Di sisi lain, Rivan berpendapat, manuver manajemen untuk mengurangi rasio pembagian dividen menjadi sinyal positif perseroan untuk meningkatkan likuiditas.

“Ini sinyal manajemen berhati-hati dan tidak menghabiskan semua kas untuk dividen,” kata dia.

Setali tiga uang, analis dari Mirae Asset Sekuritas Andreas Saragih mengatakan posisi kas SIDO terkoreksi 45,9% ke level Rp463 miliar secara tahunan pada akhir 2025.

Menurut Andreas, penurunan kas itu disebabkan karena pengembalian kepada pemegang saham lewat distribusi dividen tunai Rp1,28 triliun dan program buyback Rp299,62.

Program buyback itu berakhir pada Oktober 2025, dengan SIDO telah membeli kembali 564,8 juta saham setara 1,89% dari saham beredar dengan harga rata-rata Rp530 per saham.

“Kas menurun akibat pengembalian kepada pemegang saham. Neraca tetap kuat, tanpa utang, dengan kas sebesar Rp463 miliar,” kata Andreas dikutip dari riset, Jumat (10/4/2026).

SIDO mencetak laba Rp1,23 triliun sepanjang 2025, naik 4,97% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun.

Laba itu ditopang penjualan yang tumbuh 4% ke level Rp4,08 triliun. Segmen jamu herbal dan suplemen masih menjadi kontributor utama pemasukan Sido Muncul sepanjang tahun lalu mencapai Rp2,49 triliun.

Sementara itu, penjualan dari makanan dan minuman mencapai Rp1,46 triliun dan farmasi sebesar Rp128,27 miliar.

Hingga akhir 2025, total aset Sido Muncul mencapai Rp3,7 triliun, dengan kas dan setara kas anjlok separuh ke level Rp462,6 miliar.

(fik/naw)

No more pages