Logo Bloomberg Technoz

Strategi tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru, memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional, serta meningkatkan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang makin kompleks.

“Momentum ini juga menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan,” kata Presiden Direktur PTRO Michael.

Mengutip laporan keuangan perseroan, PTRO mencatat laba bersih sebesar US$28,81 juta atau Rp483,3 miliar (asumsi kurs Rp16.778 per dolar AS), lompat 197% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$9,7 juta atau sekitar Rp156,7 miliar (asumsi kurs Rp16.155 per dolar AS).

Adapun, PTRO mencatat pendapatan sebesar US$886,46 juta atau Rp14,8 triliun pada 2025, meningkat sekitar 28% dari US$690,81 juta atau Rp11,1 triliun pada 2024.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas proyek dan jasa penunjang pertambangan yang menjadi sumber utama pendapatan perusahaan.

(fik/naw)

No more pages