Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham potensial terutama saham–saham Prajogo Pangestu yang mendorong melesatnya IHSG keseluruhan.

Saham BREN, saham TPIA, saham BRPT, dan saham CUAN misalnya, berhasil menguat pada penutupan perdagangan.

Saham BREN memuncak di zona penguatan, melesat setinggi 700 poin atau dengan kenaikan 14% di level Rp5.700/saham. Dengan diperdagangkan 40 juta saham, dan nilai transaksi Rp213 miliar.

Lebih potensial lagi, saham TPIA menguat 16% di level Rp5.200/saham usai sebanyak 36 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham TPIA sepanjang hari ini mencapai Rp179 miliar.

Saham BRPT, yang merupakan induk dari Grup Barito, juga berhasil mencatatkan kenaikan 5,1% di level Rp1.855/saham.

Saham CUAN yang juga berhasil menguat dengan keberhasilan menyentuh kenaikan 3,2% di level Rp1.270/saham usai sebanyak 673 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham CUAN hari ini mencapai Rp822 miliar.

Adapun saham–saham big caps berkapitalisasi besar lainnya juga menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg i.a., saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melesat setinggi 24,7%, dan juga saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) menguat 24,7%.

Senada, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melesat 16,4%, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melejit 6,52%. Hingga saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 3,8%.

Sentimen positif bagi IHSG datang dari kabar FTSE Russell, yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, setelah sebelumnya penyedia indeks global (index provider) ini menunda evaluasi konstituen dari Bursa Saham RI pada Maret 2026.

Penundaan sebelumnya dilakukan menyusul reformasi bursa saham yang tengah dilakukan Self Regulatory Organization (SRO), yang juga mendapat dorongan dari pemerintah.

Berdasarkan keterangan resmi FTSE Russell, Indonesia telah memperkenalkan berbagai inisiatif reformasi, termasuk peningkatan keterbukaan kepemilikan saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penerapan batas minimum free float.

Sebagai catatan, baru–baru ini, BEI membuka daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC). 

(fad/wep)

No more pages