Logo Bloomberg Technoz

Kerajaan Saudi telah meningkatkan aliran melalui jalur tersebut hingga kapasitas penuh, memungkinkan ekspor hampir 5 juta barel per hari, atau sekitar 70% dari tingkat sebelum perang. 

Serangan tersebut pertama kali dilaporkan oleh FT. 

Gambaran jalur pipa minyak utama, East-West, milik Arab Saudi.

Serangan terhadap infrastruktur pipa tersebut terjadi pada hari yang sama ketika Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dalam perang mereka. Namun, terdapat laporan serangan sporadis di seluruh wilayah pada hari Rabu.

Presiden AS Donald Trump telah menuntut Iran membuka Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata. Namun, lalu lintas kapal tetap sangat terbatas hingga hari Rabu, menjadikan rute East-West dan ekspor minyak melalui Yanbu sangat krusial bagi Arab Saudi dan pasar minyak.

(bbn)

No more pages